Dendam Kesumat Pemicu Pembacokan di Matakali Polman

Tante Aswin yakni Nuramila kerasukan. Saat kerasukan itu, Nuramila menyebutkan diriny ma dirasuki penguasa ratu pantai selatan dan Arti si korban.

Edyatma Jawui/Tribun Timur
Korban pembacokan di Kelurahan Matakali, sedang dirawat intensif di RSUD Polewali, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Dendam kesumat memicu seorang pemuda di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar (Polman) membacok tetangganya.

Aksi pembacokan menggunakan sebilah parang panjang itu dilakukan Aswin (21). Ia menebas tetangganya Arti (60) yang juga masih punya hubungan darah dengannya.

Kasatreskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini menjelaskan, kejadian itu bermula setelah tiga hari kepergian ayah pelaku.

Tante Aswin yakni Nuramila kerasukan. Saat kerasukan itu, Nuramila menyebutkan diriny ma dirasuki penguasa ratu pantai selatan dan Arti si korban.

"Dia bilang, saya penguasa ratu pantai selatan, saya Arti, saya mau habisi semua keluargamu," jelas AKP Syaiful menirukan suara Nuramila saat kerasukan, Selasa (30/7/2019).

Pernyataan Nuramila saat kerasukan ini dimaknai Aswin berkaitan dengan meninggalnya ayah pelaku tiga hari lalu.

Bahkan dihubungkan pula meninggalnya tante dan ibu pelaku, beberapa waktu sebelumnya.

Awalnya Aswin memang menaruh curiga pada Arti dan suaminya. Sebab suami Arti dan ayah pelaku selama ini bersaing sebagai pedagang ayam. Hal itu lalu dikuatkan saat tante Aswin kerasukan.

Hingga akhirnya, lanjut AKP Syaiful, Aswin melihat Arti sedang duduk di depan kios jualan dekat rumahnya, Selasa siang.

Saat itu, Aswin hendak membeli minum di kios tersebut. Pelaku kehausan sehabis mengupas kelapa di belakang rumahnya.

Halaman
12
Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved