Mundur dari PNS dan Dosen, Dahnil Anzar Simanjuntak Dapat Jabatan Baru dari Prabowo Subianto

Mundur dari PNS dan dosen saat Pilpres usai, Dahnil Anzar Simanjuntak dapat jabatan baru dari Prabowo Subianto.

Mundur dari PNS dan Dosen, Dahnil Anzar Simanjuntak Dapat Jabatan Baru dari Prabowo Subianto
DOK KOMPAS.COM
Dahnil Anzar Simanjuntak 

Sebelum bergabung sebagai juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku menanyakan terlebih dahulu soal komitmen penyelesaian kasus HAM masa lalu kepada Prabowo Subianto.

Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto memastikaan akan menyelesaikannya.

Bahkan, kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto akan menerima dengan lapang dada jika harus menjalani proses hukum apabila terdapat bukti yang kuat terhadap dirinya atas kasus pelanggaran HAM.

"Yang harus segera kita lakukan, kita ungkap faktanya secara utuh. Kemudian rekonsiliasi nasional seperti apa ya silakan. Itu menurut saya lebih baik daripada setiap pemilu kita akan berdiskusi dengan ini terus. Seperti nasi basi yang disajikan terus menerus," kata Dahnil Anzar Simanjuntak, saat itu.

Hal tersebut yang mendasari Dahnil Anzar Simanjuntak setuju dirinya menjadi koordinator jubir BPN, karena selama ini ia memang concern terhadap isu-isu HAM.

Terseret Kasus Korupsi

Di tengah jalan, nama Dahnil Anzar Simanjuntak  terseret kasus dugaan korupsi yang ditangani kepolisian.

Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana kemah Pemuda Islam Indonesia yang diusut Polda Metro Jaya pada November 2018.

Kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia ini diadakan memakai dana APBN Kemenpora Tahun Anggaran 2017 dan melibatkan GP Ansor serta Pemuda Muhammadiyah.

Diduga, ada kerugian negara dalam pelaksanaannya.

Dalam laporan pertanggungjawaban panitia, terdapat tanda tangan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Saat diperiksa, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku pihaknya telah mengembalikan dana Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora).

Untuk kasus ini, polisi telah menetapkan Ketua Panitia Kemah dari Muhammadiyah Ahmad Fanani sebagai tersangka.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved