Breaking News:

Komentator Sepak Bola Ini Sebut Hubungan PSM-PSSI Kurang Harmonis

Dalam tulisannya yang terbagi atas 2 bagian di akun lini masa sosial media Instagram, ia menjelaskan secara gamblang hubungan PSM Makassar dan PSSI.

fadly/tribun-timur.com
Komentator sepak bola Bung Towel angkat bicara prihal penundaan laga final leg kedua Piala Indonesia di Mattoanging Makassar, Minggu (28/7/2019). 

Makassar pun menyambut baik dan bersiap sbg tuan rumah.

Tapi K85 yg mengusung Edy Rahmayadi sbg caketum PSSI (cikal bakal pengurus PSSI era sekarang) menolak berkongres di Makassar.

Penolakan yg sempat "menggoreskan" kecewa dihati Gubernur Sulsel saat itu Syahrul Yasin Limpo.

Tahun berikutnya 2017 dengan label kompetisi perdana Liga 1, PSM masuk favorit kandidat juara bersama Bali United.

Peluang besar PSM juara akhirnya kandas dipenghujung kompetisi ketika Bhayangkara FC menyalip ditikungan terakhir perlombaan.

Dari sinilah benih rasa kecewa mulai muncul. Segumpal pertanyaan & penasaran campur aduk jadi satu dibenak publik Makassar.

Lanjut ke kompetisi musim berikutnya 2018, PSM kembali ke trek juara. Persaingan dg Persija bahkan mengerucut hingga pekan terakhir. Tapi apa daya.

Meski menang besar 5-1 atas PSMS Medan, tim Juku Eja kembali menanggung kecewa krn sang rival Persija pun menang atas Mitra Kukar. PSM semakin campur aduk dg berbagai perasaan & logika sepak bola.

Dan kemarin (28/7), seolah belum cukup kisah-kasih yg sebelumnya, PSM kembali diposisi "berhadapan" dg PSSI. Final leg 2 Piala Indonesia 2018 mendadak batal digelar di std.Andi Matalatta. Sontak PSM & Makassar meradang.

Alasan keamanan & kenyamanan yg disodorkan PSSI hanya beberapa jam menjelang kick-off sungguh menohok PSM & Makassar. Jaminan keamanan dari pejabat publik hingga aparat kepolisian yg bertanggungjawab soal keamanan seolah tak ada artinya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved