Ini OPD Kota Makassar yang Dianggap Ramah Terhadap Transpuan

Dipaparkan Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan Andi Iskandar Harun

Dokumen PKBI Sulsel
Direktur PKBI Sulsel Andi Iskandar Harun di Hotel Ramedo, Kota Makassar, Senin (29/7/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar dianggap selama ini ramah terhadap transpuan atau waria.

Kedua OPD itu yakni Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar dan Puskesmas Ujungpandang Baru.

Alasannya, sejak beberapa tahun terakhir Dinsos Makassar telah rutin memberi bantuan materi terhadap Kerukunan Waria Makassar (KwrM).

Jumlah bantuan materinya pun bertambah setiap tahun.

Sedangkan Puskesmas Ujungpandang Baru melalui kebijakannya yang memberi tambahan waktu pelayanan khusus dianggap sangat membantu transpuan dan kelompok marginal lainnya dalam mengakses layanan kesehatan.

Diperiksa Tujuh Jam di Kejati, Bupati Bulukumba Dicecar 40 Pertanyaan DAK 2017

Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan Andi Iskandar Harun menyampaikan hal tersebut pada Dessiminasi Hasil Endline Survey Program Peduli Kepada Para Pihak, Senin (29/7/2019) sore.

Hajatan PKBI Sulsel ini digelar di Hotel Ramedo, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara ini dihadiri puluhan transpuan dan perwakilan dari beberapa OPD dan organisasi masyarakat sipil (OMS) di Kota Makassar.

Peserta Dessiminasi Hasil Endline Survey Program Peduli Kepada Para Pihak di Transpuan di Hotel Ramedo, Senin (29/7/2019) sore.
Peserta Dessiminasi Hasil Endline Survey Program Peduli Kepada Para Pihak di Transpuan di Hotel Ramedo, Senin (29/7/2019) sore. (Dokumen PKBI Sulsel)

“Sementara kelurahan di Makassar yang telah ramah waria adalah Kelurahan Patingalloang dan Kelurahan Ujung Tanah,” papar Iskandar yang juga alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.

Kedua kelurahan tersebut berada di Kecamatan Ujung Tanah, utara Kota Makassar.

Dianggap ramah transpuan karena warga di kelurahan ini bisa menerima keberadaan waria.

Waria yang bermukim di dua kelurahan itu merasa nyaman.

Final Piala Indonesia Dijadwal Ulang, Appi: PSSI Datang Lebih Awal

Sidang Angket, Ipar Gubernur Akui Ditunjuk Langsung Pimpin Perusda

Ibhel (28), anggota KWrM, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, transpuan di kelurahan itu tidak lagi merasa takut dengan ancaman atau bully dari warga sekitar.

Bukan hanya itu, waria di kelurahan ini kerap dilibatkan dalam berbagai aktivitas sosial.

Juga kerap dilibatkan pemerintah kelurahan setempat saat musrembang

“Komunitas kami juga tak lagi mendapatkan stigma dan diskriminasi jika ada urusan di dua kantor kelurahan tersebut,” tutur transpuan berusia 28 tahun ini. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved