Bendungan Lekopancing Kritis, Warga Sembilan Kecamatan Kekurangan Air Bersih

Idris mengatakan, saat ini air baku yang disuplai dari Bendung Lekopancing, Kabupaten Maros, sangat terbatas.

Bendungan Lekopancing Kritis, Warga Sembilan Kecamatan Kekurangan Air Bersih
TRIBUN TIMUR/MUNAWWARAH AHMAD
Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Makassar, Muh Idris Tahir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kurangnya pasokan air bersih yang diterima warga beberapa hari ini, memunculkan pengaduan dan keluhan warga di beberapa lokasi.

Tak adanya air bersih menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan airnya sehari-hari.

Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir saat dikonfirmasi mengaku sangat mengerti dengan kondisi yang dirasakan oleh warga tersebut.

Idris mengatakan, saat ini air baku yang disuplai dari Bendung Lekopancing, Kabupaten Maros, sangat terbatas.

Pada saat normal di musim hujan, suplai bisa mencapai 1500 liter/detik, namun hari ini sesuai laporan petugas pengawas saluran, menurun drastis sampai 418 lchiter/detik.

"Bahkan debit air ke kota yang normalnya 580 liter/detik hari ini hanya tersisa 58,7 liter/detik," ungkap Idris, Minggu (28/7/2019).

Dengan debit seperti itu, kata Idris, sudah tentu tidak akan bisa menjangkau seluruh warga.

Saat ini laporan keluhan warga makin meluas bahkan sampai ke sembilan kecamatan yakni, Tallo, Ujung Tanah, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, Biringkanaya, Panakkukang, Makassar, dan Manggala.

"Makanya kita menyiapkan 11 armada bantuan mobil tangki gratis ke pelanggan yang membutuhkan. Mobil tangki tersebut beroperasi pagi sampai malam untuk mengantar air ke warga," kata dia.

"Memang permintaan sangat banyak jadi harus antre, dan didahulukan yang mendaftar lebih awal di kantor wilayah terdekat dengan membawa bukti rekening airnya," tambahnya.

Lanjut Idris, volume air di Bendungan Lekopancing, jika menghitung dari pelimpahan di musim hujan sudah menurun sekitar 3 meter, sementara jarak bendungan dari instalasi sekitar 28 kilometer.

"Ini menyebabkan tekanan air sangat lambat sampai ke IPA, karena kecepatan gravitasi air melambat, ini juga menjadi faktor tidak stabilnya produksi dan distribusi air ke pelanggan," kata dia. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved