Sudah Sepekan Warga Takalar Kesulitan Peroleh Elpiji

Menurut sejumlah warga, kelangkaan tabung gas melon ini sudah berlangsung sejak sepekan lalu yang lalu.

Sudah Sepekan Warga Takalar Kesulitan Peroleh Elpiji
darullah/tribuntakalar.com
Dg Tiro dan Ullah mencari tabung gas elpiji tiga kilogram ke warung-warung, Jum'at (26/7/2019). 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR - Sejumlah warga Kabupaten Takalar merasa kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram.

Menurut sejumlah warga, kelangkaan tabung gas melon ini sudah berlangsung sejak sepekan lalu yang lalu.

SEDANG BERLANGSUNG LINK LIVE SCORE Persib Bandung vs Bali United di Indosiar via Video Premier

Usulan Asuransi Kesehatan Penyelenggara Pilwali 2020, KPU Tunggu Pusat

Ratusan Warga Serbu Pasar Elpiji di Sungguminasa

Appi: Konfirmasi Terakhir Anies akan Datang, Kita Harap Gub-Wagub Sulsel Juga

Appi: Konfirmasi Terakhir Anies akan Datang, Kita Harap Gub-Wagub Sulsel Juga

Seorang warga Desa BTN Bonto Matene, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Daeng Tiro (33), mengeluhkan kondisi tersebut.

"Sudah sepekan lebih gas tiga kilogram langka, saya kelimpungan mencari ke warung-warung juga sangat sulit," kata Daeng Tiro saat ditemui TribunTakalar.com sewaktu mencari tabung, Jum'at (26/7/2019) sore.

Dia mengaku telah mencoba mencari ke sejumlah warung dan pangkalan gas, di luar kecamatannya.

Sejumlah warung dan pengkalan gas yang disambanginya hingga ke Kecamatan Mangara Bombang, banyak yang kehabisan gas melon tersebut.

Oleh karena langkanya gas bersubsidi, disejumlah warung, harga gas yang diperuntukan masyarakat menengah ke bawah itu melambung.

Dg Tiro dan Ullah mencari tabung gas elpiji tiga kilogram ke warung-warung, Jum'at (26/7/2019).
Dg Tiro dan Ullah mencari tabung gas elpiji tiga kilogram ke warung-warung, Jum'at (26/7/2019). (darullah/tribuntakalar.com)

Dg Tiro bisa mendapatkan gas melon itu di warung, tapi dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp 30 ribu.

Sedangkan harga normal gas melon berkisar antara Rp 16 ribu hingga Rp 19 ribu.

"Kalau untuk harga, biarpun mahal saya tetap beli karna kita butuh. Yang bikin repot itu sudah mahal, sulit didapat lagi,'' imbuhnya.

Laporan wartawan TribunTakalar.com, Darullah, @uull_darullah.

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Darullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved