Kasus Korupsi Dana Desa Bategulung Gowa Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus korupsi ini menyeret Kepala Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo, Muh Said. Kasus korupsi anggaran dana desa

Kasus Korupsi Dana Desa Bategulung Gowa Dilimpahkan ke Kejaksaan
ari maryadi/tribungowa.com
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga meliris penetapan tersangka kasus korupsi kepala Desa Batugulung Muh Said, Senin (1/4/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Polres Gowa telah melimpahkan tersangka beserta barang bukti perkara penyalahgunaan dana desa ke Kejaksaan Negeri Gowa, Kamis (25/7/2019) siang.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti ini dilakukan seiring dengan berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus korupsi ini menyeret Kepala Desa Bategulung, Kecamatan Bontonompo, Muh Said. Kasus korupsi anggaran dana desa tersebut merugikan negara sekitar Rp 400 juta.

"Kita ketahui bersama bahwa penyidikan kasus ini diawali pada bulan Maret 2019 dan rampung pada bulan Juli 2019 ini," terang Kasubbag Humas AKP Tambunan.

Diketahui, tersangka Muh Said diduga melakukan penyalahgunaan anggaran dana desa tahun 2015 hingga 2018.

Sebelumnya, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menuturkan, pengungkapan kasus korupsi ini bermula dari temuan serta laporan Satgas Dana Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menurut Shinto, Unit Tipikor Polres Gowa pun melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan dokumen, pengecekan kelapangan serta melakukan klarifikasi.

"Hasilnya ditemukan adanya pengerjaan proyek desa yang tidak sesuai RAB bahkan ada pekerjaan proyek yang sama sekali tidak dikerjakan," ungkap Shinto, Senin (1/4/2019) lalu.

Shinto melanjutkan, selain mengambil anggaran penyelenggaraan pemerintah desa, tersangka juga mengambil uang tunjangan, honor, uang makan minum, hingga uang transportasi aparat Desa.

Pelaku, kata Shinto, juga tidak menyerahkan uang bumdes ke pengelola dan tidak meyetorkan ke rekening bumdes melainkan digunakan untuk keperluan pribadi.

"Saudara MS resmi kami tahan hari ini guna mempertanggung jawabkan perbuatan penyalahgunaan dana desa," terang Shinto.

Atas perbuatannya, Muh Said dikenakan persangkaan Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Said terancam hukuman penjara 20 tahun.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved