DPRD Gowa Kebut Ranperda Air Susu Ibu

Panitia Khusus (Pansus) bertekad agar bayi yang lahir memiliki jaminan gizi dari ibunya. Kedua, Ranperda ini diharapkan bisa

DPRD Gowa Kebut Ranperda Air Susu Ibu
ari maryadi/tribungowa.com
Ketua Pansus DPRD Gowa, Muh Fitriady. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif akan segera ditetapkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa.

Baca: Bupati Mamasa Sebut Pemda Terlambat Tangani Stunting

Baca: Ketua DPRD Gowa Dukung NH Pimpim Golkar Sulsel

Baca: Calon Pimpinan DPRD Gowa, Andi Lukman Naba Nyatakan Dirinya Paling Layak

Panitia Khusus (Pansus) bertekad agar bayi yang lahir memiliki jaminan gizi dari ibunya. Kedua, Ranperda ini diharapkan bisa menekan angka stunting (kekerdilan).

Oleh karena itu, DPRD Gowa berinisiatif memperdakan ranperda ini.

"Gizi bayi di Kabupaten Gowa harus terjamin dan gizi pertama itu dari ibunya," kata Ketua Pansus, Muh Fitriady, Kamis (25/7/2019)

Politisi PKS ini melanjutkan, Perda tersebut dalam tahap asistensi sebelum disahkan. Perda itu telah melalui tahap pembahasan finalisasi.

"Kita sudah finalkan sudah bahas dari awal sampai BAB terakhir pasal pertama dan pasal terakhir. Kita sahkam Insya Allah sebelum periode DPRD ini berakhir," imbuhnya.

Ia menjelaskan, Ranperda tersebut diatur tentang pemberian ASI kepada bayi minimal 6 bulan.

"ASI ini harus diberikan minimal 6 bulan gak boleh kurang dari itu yaa, maksimalnya kan bisa sampai setahun dua tahun lebih lama lebih bagus gitu," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Peremupan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten, Kawaidah Alham mengapresiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif tersebut.

Menurutnya, kehadiran regulasi tersebut, akan membuat hak-hak anak terpenuhi dan mendorong ibu-ibu untuk melaksanakan kewajibannya memberikan ASI kepada anaknya.

Ia menyebutkan bahwa ada 10 hak anak yang harus dipenuhi yang salah satunya adalah pemberian makanan.

Makanan di sini bukan makanan berat, bukan hanya nasi, kue dan sebagainya tapi salah satunya adalah ASI.

"Pemberian ASI eksklusif pada anak itu merupakan salah satu kewajiban dari ibu dan merupakan hak dari anak," tandasnya.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved