Sudah 4 Kali, Sidang Pengembala Sapi di PN Makassar Ditunda

"Sudah empat kali penundaannya, katanya besok (kamis)," ungkap Arfa Ridwan, saat ditemui tribun di lobi PN Makassar, Jl RA. Kartini, Makassar, Rabu

darul/tribuntimur.com
Suasana di lobi Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl R.A. Kartini, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang pengembala hewan asal Mambi, Sulawesi Barat, Suardi Daeng Tika Bin Daeng Roa di Pengadilan Negeri (PN) Makasaar, ditunda.

Pasalnya, ini sudah kali keempat lanjutan sidang dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Makassar, ditunda PN.

Menurut Penasehat Hukum Daeng Tika, Arfa Ridwan penundaan sidang putusan tersebut, akan kembali diagendakan pihak PN Makassar, Kamis (25/7/2019) besok.

Middle Ring Road Rampung, BBPJN: Sudah Sangat Siap Dioperasikan!

Komunitas Literasi Gagas Buku Sejarah Gowa

FOTO: Kapal Patroli Polair Polda Sulsel Terbakar di Dermaga

"Sudah empat kali penundaannya, katanya besok (kamis)," ungkap Arfa Ridwan, saat ditemui tribun di lobi PN Makassar, Jl RA. Kartini, Makassar, Rabu (24/7/2019) sore.

Sebelumnya, Suardi Daeng Tika alias Soak Bin Daeng Roa, dituntut dua tahun enam bulan (2,6) penjara, terkait dugaan pidana korupsi dana hibah APBD Kota Makassar.

Lelaki asal Mambi, Sulawesi Barat (Sulbar) ini, telah dinyatakan nikmati hasil dugaan korupsi melibatkan mantan Direktur RPH Kota Makassar, Sudirman Lannurung.

Seperti diketahui, dana hibah yang jerat Daeng Tika tersebut berasal dari biaya Pengembangan usaha PD RPH, bersumber dari hibah APBD 2006, 2009, dan 2010.

Dalam sidang sebelumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Daeng Tika dibebankan bayar Rp 242.750 juta, dan bayar biaya perkara Rp 10 ribu.

Middle Ring Road Rampung, BBPJN: Sudah Sangat Siap Dioperasikan!

Komunitas Literasi Gagas Buku Sejarah Gowa

FOTO: Kapal Patroli Polair Polda Sulsel Terbakar di Dermaga

Ancaman hukuman 2,6 bulan penjara itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulselbar, Mudatsir, dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Selasa (25/06) lalu.

Menurut Arfa, alumnus Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, dalam kasus tersebut Daeng Tika tidak pernah menerima bantuan dari PD RPH.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved