Tambang Ilegal Baru Mau Ditutup DPRD Maros, Muh Arsyad Heran

Hal tersebut disampaikan Arsyad, usai koleganya di Komisi II DPRD Maros, merekomendasikan penutupan tambang ilegal, kepada Satpol PP dan Polres Maros.

Tambang Ilegal Baru Mau Ditutup DPRD Maros, Muh Arsyad Heran
amiruddin/tribuntimur.com
Anggota DPRD Maros, Muhammad Arsyad. 

TRIBUN-MAROS.COM, MONCONGLOE - Anggota DPRD Maros, Muhammad Arsyad, melontarkan kritik terhadap wacana penutupan aktivitas tambang ilegal di Maros.

Hal tersebut disampaikan Arsyad, usai koleganya di Komisi II DPRD Maros, merekomendasikan penutupan tambang ilegal, kepada Satpol PP dan Polres Maros.

Penutupan tambang tersebut, memang merupakan buntut sidak Komisi II DPRD Maros ke sejumlah lokasi tambang.

Khususnya di Kecamatan Mandai, Tompobulu, Tanralili dan Moncongloe.

Dari 10 aktivitas tambang, hanya dua yang mengantongi izin usaha pertambangan (IUP).

Mufida Jusuf Kalla Kunjungi Malino Bersama Istri Maruf Amin

Golkar se-Sulsel Mendukung, Besok Nurdin Halid Temui Arfandy CS

Karimun Club Makassar Goes to Wisata Alam Bantimurung

Empat aktivitas tambang ditemukan hanya mengantongi izin eksplorasi, dan empat lainnya ilegal.

"Saya heran kenapa baru sekarang mereka ngotot menutup. Padahal, sudah lama aktivitas tambang itu menganga di depan mata," kata Arsyad kepada tribun-maros.com, Selasa (23/7/2019).

Bahkan kata dia, ada pula anggota DPRD Maros yang berdomisili tidak jauh dari lokasi tambang tersebut.

Politisi PDI Perjuangan itu, juga heran dengan adanya penutupan aktivitas tambang, padahal penambang diwajibkan bayar retribusi.

"Setiap mobil pengangkut hasil tambang, itu bayar Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu. Itu retribusinya kemana selama ini, sehingga sekarang mau ditutup," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved