Sidang Lanjutan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Bukti Tak Kuat Rahman Pina Tak Wajib Hadir di PN

Sidang lanjutan di ruang Oemar Seno Adji PN Makassar ini, terkait dengan dugaan kasus pelanggaran Pidana Pemilu 2019 dipimpin Hakim Ketua, Harto Panco

Sidang Lanjutan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Bukti Tak Kuat Rahman Pina Tak Wajib Hadir di PN
darul/tribuntimur.com
Suasana setelah Hakim Ketua, Harto Pancono mengakhiri sidang lanjutan kasus pelanggaran Pemilu2019 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Caleg DPRD Sulsel, Rahman Pina tidak mengadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (23/7/2019) petang.

Sidang lanjutan di ruang Oemar Seno Adji PN Makassar ini, terkait dengan dugaan kasus pelanggaran Pidana Pemilu 2019 dipimpin Hakim Ketua, Harto Pancono.

Kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ridwan Sahputra, sebelumnya Rahman Pina (RP) dipanggil sebagai saksi dalam lanjutan sidang kasus pelanggaran Pidana Pemilu.

Darije Kalezic: Kritik Guy Junior Tak Tepat Sasaran

Staf Ahli Mentan Bicara Cara Tingkatkan Produktivitas Pertanian Rawa Dengan Membenahi Tata Air

Kamu Termasuk? 6 Zodiak Ini Paling Sulit Jatuh Cinta, Pentingkan Pekerjaan dan Pesimis Orangnya

"Dia (RP) tidak hadir, sebelumnya memang kita panggil dia sebagai saksi karena salah satu yang diuntungkan," ungkap Ridwan, setelah mengikuti sidang tersebut di PN.

Sebelumnya, JPU Kekati Sulsel agendakan bakal hadirkan RP dalam sidang lanjutan kasus, tapi karena menurut penyidik bukti tidak kuat, maka RP tak diwajibkan hadir.

Lanjut JPU Ridwan, terkait keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian tidak terlalu signifikan, makanya pengakuan terdakwa tidak menguatkan.

"Makanya untuk proses pembuktiannya ini kita tidak perlu hadirkan dia, memang satu terdakwa menyebut terima uang tapi itu tidak bisa dibuktikan disini," ujar Ridwan.

Darije Kalezic: Kritik Guy Junior Tak Tepat Sasaran

Staf Ahli Mentan Bicara Cara Tingkatkan Produktivitas Pertanian Rawa Dengan Membenahi Tata Air

Kamu Termasuk? 6 Zodiak Ini Paling Sulit Jatuh Cinta, Pentingkan Pekerjaan dan Pesimis Orangnya

Setidaknya, pada kasus Pelanggaran yang disebut-sebut nama RP terlibat ini. Pihak penyidik Polda Sulsel menetapkan tujuh tersangka dari PPA, PPK dan Operator.

Perbuatan Terdakwa tersebut disebutkan menguntungkan suara Rahman Pina, yang maju dari Partai Golkar Sulsel pada Dapil II, saat berlangsung Pemilihan Caleg DPRD.

Untuk menguatkan BAP penyidik polisi, JPU Ridwan Sahputra mengaku pada saat sidang sebelumnya, Senin (22/7) kemarin, dihadirkan lima penyidik dari Polda.

"Kemarin saat sidang itu, satu terdakwa mengingkari BAP makanya dihadirkan lima polisi yang selidiki kasus ini, tapi ternyata penyataan itu tidak kuat," jelas Ridwan.

Hakim ketua Harto Pancono mengaku, sidang pembacaan tuntutan kasus ini akan dilanjutkan pada Kamis (25/7) pagi, sektar pukul 10.00 Wita, mendatang. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved