Breaking News:

Sidang Angket DPRD Sulsel Digelar Tertutup, Kopel: Kalau Mau Jujur Kenapa Risih Harus Tertutup

Kopel Indonesia menyoroti sidang pansus hak angket DPRD Sulsel di lantai 8 gedung DPRD Sulsel, Senin (22/7/2019) yang digelar secara tertutup.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
saldy
Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia menyoroti sidang pansus hak angket DPRD Sulsel di lantai 8 gedung DPRD Sulsel, Senin (22/7/2019) yang digelar secara tertutup.

"Kalau memang mau jujur kenapa risih harus tertutup," Kata Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman kepada Tribun, Selasa (23/07/2019), siang.

Pimpinan Pansus Angket memutuskan sidang tertutup pada saat Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman sebagai terperiksa.

Baca: Tengah Malam, Pansus Hak Angket Periksa Auditor Inspektorat Pemprov Sulsel

Baca: Hadirkan Teman SMA Sudirman Sulaiman, Pansus Hak Angket Geleng-geleng Kepala

Baca: Praktisi Hukum Tata Negara: Hak Angket DPRD Sulsel Destruktif

Herman mengatakan pansus harus memahami ada hak konstitusional bagi publik terhadap akses informasi yang maksimal.

Harus dilindungi sebagaimana diamanatkan dalam.UU 14 tahun 2008 tentang kebebasan informasi dan UU 23 tahun 2014 tentang pemda tentabg azas pemerintahan yang transfaran dan akuntabel.

Pansus sejatinya paham betul standar standar baku dan maksimal yang mana saja harus dikecualikan boleh rapat tertutup.

Sebab apa yang akan dibahas di dalam rapat kesemuanya adalah kepentingan publik, menyangkut dugaan yang selama ini dituduhkan hingga angket ini digelar.

"Mengapa kepentingan publik karena kesemuNya berkaitan dengan uang publik terlebih lagi dalam lembaga publik," tuturnya.

Kata Herman, Pansus sejatinya paham dengan rapat tertutup ini akan menimbulkan persepsi negatif bagi publik di luar atas motif dibalik angket.

"Apakah benar serius atau sekedar action menunggu waktu berakhir masa jabatan," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved