Gagal Raih Penghargaan KLA, Ini Bakal Dilakukan Bupati Wajo

Bupati Wajo Amran Mahmud, bakal membenahi kinerja sejumlah OPD-nya, terkait penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Gagal Raih Penghargaan KLA, Ini Bakal Dilakukan Bupati Wajo
hardiansyah/tribunwajo.com
Bupati Wajo, Amran Mahmud. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo, gagal meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Padahal pada 2018, Kabupaten Wajo meraih penghargaan KLA.

Bupati Wajo Amran Mahmud, bakal membenahi kinerja sejumlah OPD-nya, terkait penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).

"Tentu semuanya kita akan benahi ke depan," katanya kepada Tribun Timur, Selasa (23/7/2019).

Sang Mantan Ogah Balik ke Pelukan, Teguh Beli Air Keras, Tunggui Korban Keluar Rumah Subuh-subuh

Kajari Takalar Terima 14 Mahasiswa PPL UIN Makassar

Mahasiswa KKN Unhas Ingatkan Pentingnya PHBS dan Sampah pada Usia Dini

Viral Pendaki Cowok Setubuhi Pendaki Cewek untuk Atasi Hipotermia,Bagaimana Skin to Skin yang Benar?

Lebih lanjut, bupati yang baru menjabat kurang lebih 5 bulan tersebut, bakal melakukan evaluasi terhadap penurunan penyelenggaraan KLA di Kabupaten Wajo.

"Tentu ini akan kita evaluasi secara mnyeluruh, dan mencari tahu apa penyebabnya," katanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Wajo, Mahmud, berdalih meski tak mendapatkan penghargaan KLA 2019, tapi poin penilaian Kabupaten Wajo meningkat.

"Sebenarnya ini bukan penurunan, angka penilaian kita meningkat dari tahun sebelumnya, kita kan dapat KLA tahun lalu, cuma nilai kabupaten lain juga naik dan cukup signifikan," katanya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Wajo, Andi Satriani, memaparkan sejumlah program pemenuhan hak anak yang dijalankan di Kabupaten Wajo.

Seperti melakukan workshop pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA), melakukan evaluasi KLA, pelatihan sekolah ramah anak, pelatihan anak sebagai agen pelopor dan pelapor, pelatihan konvensi hak anak, dan pembinaan sekolah ramah anak.

Juga, giat melakukan sosilaisasi mutu layanan bagi korban kekerasan terhadap anak, pelatihan pendamping petigas korban kekerasan terhadap anak, serta meningkatkan layanan P2TP2A Kabupaten Wajo.

"Kegiatan tahun 2018 kurang lebih sama dengan 2019, karena kegiatan ini berlanjut dan haruss menyeluruh di 14 kecamatan," katanya.

Terkait kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Wajo sejak Januari - Juli 2019, dari data yang dihimpun Tribun Timur, Unit PPA Satreskrim Polres Wajo menangani 30 kasus, sementara P2TP2A Kabupaten Wajo cuma menangani 2 kasus. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sang Mantan Ogah Balik ke Pelukan, Teguh Beli Air Keras, Tunggui Korban Keluar Rumah Subuh-subuh

Kajari Takalar Terima 14 Mahasiswa PPL UIN Makassar

Mahasiswa KKN Unhas Ingatkan Pentingnya PHBS dan Sampah pada Usia Dini

Viral Pendaki Cowok Setubuhi Pendaki Cewek untuk Atasi Hipotermia,Bagaimana Skin to Skin yang Benar?

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved