Dinas Pariwisata Bahas Tantangan Wisata Halal di Makassar 

Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar menggelar pelaksanaan koordinasi pembangunan kemitraan pariwisata "FGD Pengembangan Halal"

Dinas Pariwisata Bahas Tantangan Wisata Halal di Makassar 
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar menggelar pelaksanaan koordinasi pembangunan kemitraan pariwisata "FGD Pengembangan Halal" di Ballroom Hotel Aston Lantai 18, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Makassar menggelar pelaksanaan koordinasi pembangunan kemitraan pariwisata "FGD Pengembangan Halal" di Ballroom Hotel Aston Lantai 18, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Selasa (23/7/2019). 

Hadir langsung Wali Kota Makassar, Dr Muhammad Iqbal Suhaeb; pejabat eselon II Pemkot Makassar, Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Makassar, Kamelia Thamrin. 

Ada juga kepala inspektorat Pemkot Makassar Zainal Ibrahim dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ahmad Kafrawi. 

Baca: Bakal Calon Wali Kota Makassar Gagal di Uji Kompetensi Capim KPK, Cek Nama yang Lolos & dari Sulsel

Baca: Puluhan Remaja ‘PINTAR’ Se-Indonesia Kumpul di Makassar, Bahas Desa Ramah Anak

Baca: Innalillah, JCH Kloter 4 Embarkasi Makassar Meninggal di Tanah Suci

Hadir pamateri yakni Komisi Ekonomi MUI, Kiagus Muhammad Faisal. Ia membawakan materi "Makassar Destinasi Wisata Halal Dunia Regulasi dan Branding."

Kiagus mengatakan, dinas pariwisata harus membuat kebijakan yang menguntungkan semua pihak yakni pengusaha, masyarakat dan pemerintah. 

"Industri pariwisata akan tergerus, saat ini orang lebih banyak kerja di rumah ketimbang di kantor, di Amerika 60 persen warga bekerja di rumah," katanya. 

Ia mengatakan, inovasi disrupsi akan menghilangkan pelayanan rumit di birokrasi pemerintahan.  

Secara bahasa, disrupsi artinya gangguan atau kekacauan; gangguan atau masalah yang mengganggu suatu peristiwa, aktivitas, atau proses. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian disrupsi adalah hal tercabut dari akarnya.

"Makanya kalau kita bikin wisata halal maka cari untung, di era disrupsi ini maka kita harus mencari cara supaya untung," katanya. 

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved