Sidang Kasus Penggelembungan Suara Pemilu di Makassar, Hari Ini JPU Hadirkan 7 Saksi

Sidang lanjutan tujuh terdakwa kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu 2019 kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar

Sidang Kasus Penggelembungan Suara Pemilu di Makassar, Hari Ini JPU Hadirkan 7 Saksi
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Tujuh terdakwa penyelenggara Pemilu di Kota Makassar menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (19/07/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Sidang lanjutan tujuh terdakwa kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu 2019 kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (22/07/2019) hari ini.

Pengadilan menjadwalkan persidangan masih dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.

"Agendanya masih saksi. Saksinya sebanyak 7 sampai 8 orang" kata JPU Kejati Sulselbar, Andi Irfan kepada Tribun.

Baca: Ini Daftar Pemenang Grand Prize Maxi Store Alauddin Makassar

Baca: Serunya Belajar Membuat Kue Tradisional Makassar

Baca: Korupsi Uang Makan Minum, Eks Kasubag Disdik Makassar Divonis 15 Bulan Penjara

Termasuk Caleg DPRD Sulsel Rahman Pina. Para saksi ini dihadirkan untuk membuktikan perbuatan para terdakwa. Dua hari sebelumnya juga menghadirkan 7 orang saksi.

Setelah pemeriksaan saksi kata mantan Kepala Cabang Kejari Pelabuhan bakal dilanjutkan pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa.

Lalu dilanjutkan pemeriksaan terdakwa dan pembacaan tuntutan. "Sidangnya dipercepat, kemungkinan sampai malam lagi," tuturnya.

Sekedar diketahui dalam perkara ini menndudukan tujuh tedakwa. Mereka
Umar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Panakkukang. Adi adalah Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya.

Aggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Panaikang, Kecamatan Panakkukang Fitri, Operator Komisi Pemilihan Umum (KPU) Biringkanaya Rahmat.

Anggota PPS Panakkukang Ismail, anggota PPK Biringkanaya Firman, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Karampuang, Barliansya.

Diketahui, polisi menetapkan tujuh tersangka penyelenggara Pemilu serentak 2019 di Dapil II Sulsel, pasca-Kuasa Hukum Andi Imran Tenri Tata Amin Syam, Rahmat Anzari melaporkan terjadinya dugaan kecurangan yang dilakukan penyelenggara ke Bawaslu Sulsel.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved