Oknum Polisi Penganiaya Wanita Cafe di Jeneponto Kena Dua Pasal?

Penyidik Polda Sulsel masih memeriksa oknum polisi di Polres Takalar, Bripka W terkait penganiayaan seorang wanita.

Oknum Polisi Penganiaya Wanita Cafe di Jeneponto Kena Dua Pasal?
darul/tribuntimur.com
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Hotman Sirait. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyidik Polda Sulsel masih memeriksa oknum polisi di Polres Takalar, Bripka W terkait penganiayaan seorang wanita.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel, Kombes Pol Hotman Sirait kepada tribun timur.com, Senin (22/7/2019) pagi.

Kombes Hotman mengungkapkan, saat ini yang bersangkutan (Bripka W) menjalani pemeriksaa oleh penyidik Kriminal Umum (Krimum) terkait dengan kasus pidananya.

Baca: Siram Suami dengan Air Panas Hingga Tewas, Perempuan Jeneponto Ini Mengaku Menyesal

Baca: Pria Ngamuk Parangi Badannya di Tamanroya Jeneponto, Ini Langkah yang Diambil Polisi

Baca: Kronologi Polisi Takalar Aniaya Pelayan Kafe Karamaka Jeneponto Gegara Tolak Berhubungan Badan

"Iya, terkait kasus pidanannya itu masih diperiksa oleh tim penyidik Ditreskrimum," kata mantan Wakapolrestabes Makassar, Kombes Hotman Sirait saat dikonfirmasi.

Lanjut Kombes Hotman yang juga pernah menjabat Kapolres Maros, sebelum jabat Wakapolrestabes, dia mengaku, setelah dari Ditkrimum baru diperiksa Propam.

"Sekarang kan masih pemeriksaan pidana umumnya dulu, nanti setelah dari krimum baru kita (Propam) yang memeriksa soal kode etiknya anggota," lanjut Hotman.

Diketahui sebelumnya, Bripka W diduga melakukan tindakan penganiayaan kepada seorang wanita asal Bantaeng, ID (23) di Cafe Karamaka, Kamis (18/7) malam.

Korban ID yang bekerja sebagai pelayan Cafe di Desa Banrimanurung, Bangkala, Jeneponto ini alami penganiayaan setelah menolak ajakan W berhubungan badan.

ID dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Bangkala Resor Jeneponto setelah dianiaya oknum polisi dari Polres Takalar.
ID dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Bangkala Resor Jeneponto setelah dianiaya oknum polisi dari Polres Takalar. (Humas Polres Jeneponto)

Akibat dari perbiatan W, korban mengalami luka terbuka bagian bibir, keluar darah di hidung, memar dan bengkak pada bagian muka sebelah kanan dan kelopak mata. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Baca: Ada Oknum Tentara yang Berani Menakuti Gubernur Ini? Berikut Kata Edy Rahmayadi Lupa Saya Mantan

Baca: Tetangga Rekam Adegan Perzinahan NS dan BJ sebagai Bukti, Begini Nasib Pelaku Sekarang

Baca: Terungkap, Nunung Srimulat dan Suami Puluhan Tahun Pakai Narkoba, tapi Kenapa Baru Ditangkap?

Baca: SSCASN BKN-Pemerintah Buka 254.173 Lowongan, Kapan Pendaftaran CPNS 2019 dan PPPK 2019 Dibuka?

Baca: Presenter TVRI Tewas Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Selokan, Motif Pelaku Terungkap

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: Cetak Gol Tunggal ke Gawang PSM Makassar, Ryuji Utomo: Peluang Juara Persija Belum Aman

Baca: Poligami Berujung Maut di Jeneponto, 5 Fakta Istri Siram Suami Pakai Air Panas hingga Tewas

Baca: Tiga OPD Pemprov Sulsel Diperiksa Kemendagri, Terkait Pengelolaan Keuangan 2017-2018

Baca: Foto-foto Cantiknya Randu Dahlia Putri Sujiwo Tedjo, Pesta Nikah Dihadiri Presiden Jokowi & Iriana

Baca: Deretan Fakta Final Indonesia Open 2019, Marcus/Kevin Raja Istora, Chou Tien Chen Cetak Sejarah

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved