Lepas 27 Siswa CGS ke Australia, Lies: Bawa Nama Baik Sulsel

CGS akan melakukan studi budaya dan pengembangan bahasa di Australia 27 Juli hingga 14 Agustus mendatang.

Lepas 27 Siswa CGS ke Australia, Lies: Bawa Nama Baik Sulsel
saldy/tribun-timur.com
Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan Liestiaty Fachrudin, melepas 27 siswa serta staf 4 pengajar SMA Celebes Global School (CGS) Makassar yang akan melakukan studi budaya dan pengembangan bahasa di Australia 27 Juli hingga 14 Agustus mendatang. 
TRIBUN-TIMUR,MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan Liestiaty Fachrudin, melepas 27 siswa serta staf 4 pengajar SMA Celebes Global School (CGS) Makassar.
CGS akan melakukan studi budaya dan pengembangan bahasa di Australia 27 Juli hingga 14 Agustus mendatang.

Lies sapaannya menyampaikan kepada seluruh siswa yang akan berangkat, supaya menjaga dan membawa nama baik Sulawesi Selatan dan Indonesia di negara yang beribukota di Canberra itu.

“Anak-anakku yang akan berangkat tetap bawa nama baik Sulsel dan Indonesia ke negara orang," tutur Lies di hadapan puluhan siswa dan staf pengajar di Aula SMA CGS Makassar, Senin (22/7/2019) via rilis ke tribun-timur.com
"Selain belajar bahasa, belajar budaya, kalian akan dapat teman internasional,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Lies juga membagi pengalamannya semasa mengenyam pendidikan di Kyushu, Jepang.
Lulusaan Kyushu International University ini menuturkan penting untuk lebih dahulu belajar adat istiadat dari masyarakat negara yang akan dituju.
Apalagi selama masa belajar siswa akan tinggal dengan keluarga angkat.

“Jadi jangan segan bertanya mengenai apa yang tidak boleh dan boleh dilakukan," katanya.
"Tetap jaga sopan santun, dan yang lebih utama tetap jalankan ibadah seperti biasa, bawa perlengkapan shalat bagi yang muslim,” kata Lies.

TRIBUNWIKI: Diusir Zinadine Zidane, Siapa Gareth Bale? Jadi Trending

Puluhan Remaja ‘PINTAR’ Se-Indonesia Kumpul di Makassar, Bahas Desa Ramah Anak

TRIBUNWIKI: Ditusuk Saat Tampil di Panggung, Siapa Aktor Simon Yam? Ini Profilnya



Akademisi  yang selalu konsen dengan pendidikan anak ini mengharapkan ada lebih banyak sekolah yang menghubungkan siswa-siswanya dengan dunia internasional.
Hal itu untuk membantu mewujudkan perdamaian dunia yang telah dirancang oleh Menteri Luar Negeri Indonesia.

“Saya harap sekolah begini juga bisa tumbuh di daerah-daerah, maunya sih di semua kabupaten. Supaya anak-anak kita di kabupaten bisa merasakan pendidikan seperti ini," ujarnya.
"Fasilitasnya juga lengkap, mendukung untuk pelajaran anak-anak,” sebut Lies.

Sementara, Ketua Yayasan SMA CGS Makassar Andi Muhammad Emier Sadiq mengatakan,  tujuan utama program pembelajaran antar budaya dan pengembangan bahasa yakni,  mengembangkan interpersonal skill.
Juga karakter yang lebih disiplin dan mandiri.
“Juga sebagai kesempatan mengenalkan kearifan lokal Indonesia kepada masyarakat internasional,” jelas Emier.

Emier menyebutkan, program yang digagas bersama Kepala Sekolah CGS Makassar Hamzah Zaidin bersama tim SMA CGS ini telah berjalan selama 5 tahun, dimulai sejak tahun 2015.

“CGS merupakan satu-satunya sekolah di Makassar yang memberi kesempatan. Pengalaman langsung kepada siswa untuk belajar budaya langsung di negara asing,” kata Emier.

Untuk itu, Emier berharap mendapat perhatian khusus dari pemerintah Povinsi untuk memberi beasiswa bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik .
Serta bahasa yang baik namun tak mampu dalam hal biaya. (*)
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved