KRONOLOGI Lengkap Pembunuhan Presenter TVRI, Pelaku Geram karena Ingin Dilecehkan Korban

Sebelum pelaku Achfi Suhasim alias Afid (29) membunuh Presenter TVRI itu, ia sempat dilecehkan secara fisik.

KRONOLOGI Lengkap Pembunuhan Presenter TVRI, Pelaku Geram karena Ingin Dilecehkan Korban
Youtube
Kronologi Lengkap Pembunuhan Presenter TVRI, Pelaku Geram Karena Ingin Dilecehkan Korban 

TRIBUN-TIMUR.COM-Pembunuhan terhadap presenter TVRI yang juga pegawai Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) Abu Saila alias Aditya (55), dipicu oleh rasa sakit hati tersangka kepada korban. 

Polres Kendari menyebutkan, sebelum pelaku Achfi Suhasim alias Afid (29) membunuh Presenter TVRI itu, ia sempat dilecehkan secara fisik.

Hal itu berdasarkan keterangan tersangka saat pemeriksaan hari ini, Senin (22/7/2019).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kendari AKP Diki Kurniawan menuturkan kronologi sesaat sebelum terjadinya peristiwa sadis tersebut.

Awalnya, korban menjemput tersangka di depan rumah makan Pendowo Jalan Abunawas samping eks MTQ di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu, (20/7/2019), sekitar pukul 19.30 Wita.

Baca: KETAHUAN Alasan Terduga Pembunuh Presenter TVRI Habisi Nyawa Sahabat dengan Sadis & Buang Mayatnya

Baca: Ini Motif Achfi Suhasim Bunuh Presenter TVRI Wilayah Sultra Abu Saila, Simak Kronologinya!

Baca: 5 Fakta Kasus Presenter TVRI Tewas Dibunuh, Sosok Pelaku hingga Motif Pembunuhan

Saat itu, korban mengendarai mobil Avanza warna putih nomor polisi DT 1380 IE. 

"Korban bersama pelaku berkeliling dan korban mengajak untuk pergi ke rumah pelaku di BTN Medibrata II Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Namun ia menolak, karena banyak orang," kata Diki saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.

KETAHUAN Alasan Terduga Pembunuh Presenter TVRI Habisi Nyawa Sahabat dengan Sadis & Buang Mayatnya
KETAHUAN Alasan Terduga Pembunuh Presenter TVRI Habisi Nyawa Sahabat dengan Sadis & Buang Mayatnya (Tribunnews)

Selanjutnya, korban yang mengemudi kendaraan masuk di Jalan Syech Yusuf I Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, yang menjadi lokasi penemuan mayat korban.

Diki menguraikan, korban tiba-tiba menghentikan kendaraan. Saat itu, korban berniat untuk melakukan tindakan yang dianggap melecehkan. Namun, tersangka menolak sehingga ia mengeluarkan pisau yang telah dibawa.

"Pelaku bertanya kepada korban 'kau mau lecehkan saya kah?'. Korban kemudian menjawab 'saya sayang sama kita'. Pelaku kembali menjawab 'kau kurang ajar'. Setelah itu, masih di  dalam mobil, pelaku langsung menikam perut korban satu kali," kata Diki.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved