Ini Hasil Sosialisasi Penanganan Ilegal dan Destructive Fishing di Pasimasunggu Selayar

Camat Pasimasunggu Siregar membuka sosialisasi penanganan ilegal dan destructive fishing

Ini Hasil Sosialisasi Penanganan Ilegal dan Destructive Fishing di Pasimasunggu Selayar
Sukran
Sosialisasi penanganan ilegal dan destructive fishing di Ruang Rapat, Kantor Camat Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG -Camat Pasimasunggu Siregar membuka sosialisasi penanganan ilegal dan destructive fishing di Ruang Rapat, Kantor Camat Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kelautan Perikanan Selayar Makkawaru, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Selayar Faat Rudhianto dan Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Selayar.

Serta dihadiri perwakilan nelayan kecil Sukran dan undangan lainnya.

Baca: Pabrik Es Kembang Ragi Jampea Selayar Ditutup Sementara

Baca: Cegah Penyakit, Delegasi ENJ UNM Ajarkan Pola Hidup Sehat ke Siswa SD Selayar

Baca: Langgar Disiplin Pegawai, 3 ASN Pemkab Selayar Dipecat

Makkawaru mengatakan untuk mewujudkan visi pemerintah daerah dan masyarakat Selayar akan diupayakan melalui tiga program prioritas seperti penetapan Selayar sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

"Pembangunan kawasan industri perikanan terpadu (KIPT) dan menjadikan Selayar sebagai pusat distribusi logistik  kawasan Indonesia bagian timur,"katanya.

Menurutnya, KIPT dimaksudkan untuk menjadi solusi atas berbagai masalah perikanan Selayar, yang kaya akan sumber daya ikan.

"Tetapi tidak signifikan kontribusinya terhadap, peningkatan kesejehteraan masyarakat Selayar.  Hadirnya KIPT di Selayar diharapkan menarik investor khususnya pembeli dan pengelola hasil perikanan yang orientasi, bisnis perikanannya,"jelasnya.

Sementara itu Faat menambahkan, pada pertemuan yang lalu ditempat ini terkait dengan agenda yang sama, yaitu pengendalian ilegal fishing dan pada saat itu disepakati pelarangan penggunaan kompressor, sebagai alat bantu penangkapan ikan

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, penggunaan kompressor sebagai alat bantu penangkapan ikan sudah final bahwa tidak diperkanankan atau dilarang,"katanya. 

Terkait dengan perizinan, kata dia,  harus hati-hati dalam penerbitannya, sesuai dengan kewenagan masing-masing jangan sampai mengeluarkan perizinan.

Halaman
12
Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved