Caleg Peraih Suara Tertinggi Dapil V Wajo Tidak Ditetapkan Sebagai Anggota Dewan, Simak Masalahnya

Bahkan, dirinya dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPRD Kabupaten Wajo dan tidak diikutkan dalam pemeringkatan suara sah pada DPC

Caleg Peraih Suara Tertinggi Dapil V Wajo Tidak Ditetapkan Sebagai Anggota Dewan, Simak Masalahnya
hardiansyah/tribunwajo.com
Rapat pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Waji Pemilihan Umum Serentak tahun 2019 KPU Kabupaten Wajo, di Gedung Assa'adah Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (22/7/2019). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Caleg peraih suara tertinggi di dapil V (Sajoanging-Penrang-Takkalalla-Bola) Kabupaten Wajo, Muhammad Arifuddin tidak ditetapkan sebagai caleg terpilih oleh KPU Kabupaten Wajo, Senin (22/7/2019).

Bahkan, dirinya dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPRD Kabupaten Wajo dan tidak diikutkan dalam pemeringkatan suara sah pada DPC Partai Hanura Kabupaten Wajo.

Terungkap! Luna Maya Ingin Dipanggil Begini Setelah Punya Anak

Ahmad Dhani Dipenjara, Beredar Foto dan Video Mulan Jameela Manggung di Job Orkes Dangdut, Ada Apa?

Lantamal VI Gelar Acara Tradisi Pelepasan Laksma TNI Dwi Sulaksono

Jamu Persija di Mattoanging, Marc Klok Dipastikan Absen

Usai Ahmad Ahmad Dhani Dipenjara, Mulan Jameela Rela Jadi Biduan Orkes Dangdut untuk Biaya Hidup

KPU Wajo menetapkan, Partai Hanura meraih suara terbanyak pertama di dapil V dengan 6.707 suara dan menetapkan Andi Lilis Sumarni, peraih suara terbanyak kedua sebagai caleg terpilih. Perolehan suara Andi Lilis Sumarni sendiri adalah 2.202, sementara Muhammad Arifuddin meraih suara 3.850.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Wajo nomor: 832/PL.01.9-Kpt/027313/KPU-Kab/VII/2019. Keputusan ini diambil lantaran status Muhammad Arifuddin adalah tahanan di Rutan Kelas II B Sengkang.

"Karena (Muhammad Arifuddin) berstatus sebagai terpidana 4 bulan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Sengkang berdasarkan keputusan Mahkamah Agung," kata Ketua KPU, Haedar saat membacakan keputusan tersebut di rapat pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Waji Pemilihan Umum Serentak tahun 2019.

Rapat pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Waji Pemilihan Umum Serentak tahun 2019 KPU Kabupaten Wajo, di Gedung Assa'adah Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (22/7/2019).
Rapat pleno penetapan perolehan kursi partai politik dan penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Waji Pemilihan Umum Serentak tahun 2019 KPU Kabupaten Wajo, di Gedung Assa'adah Sengkang, Kabupaten Wajo, Senin (22/7/2019). (hardiansyah/tribunwajo.com)

Berdasarkan penelusuran Tribun Timur di SIPP Pengadilan Negeri Sengkang, Muhammad Arifuddin terlibat kasus mengedarkan barang-barang ilegal.

Kasus tersebut pertama kali bergulir di Pengadilan Negeri Sengkang pada 28 Agustus 2017 lalu. Pihaknya pun sempat mengajukan kasasi pada 9 Juli 2018, lalu pada 28 Februari 2019 kasasinya ditolak Mahkamah Konstitusi.

Olehnya, berdasarkan nomor keputusan kasasi 3034 K/Pid.sus/2018, Muhammad Arifuddin pun dikenakan pidana 4 bulan penjara.

Diketahui, dari di Kabupaten Wajo, Muhammad Arifuddin adalah peraih suara terbanyak ke empat setelah caleg PAN di dapil IV (Pitumpanua-Keera), Elfrianto (3.984), caleg Partai Nasdem dapil I (Tempe), Taqwa Gaffar (3.982), dan caleg PPP dapil VI (Sabbangparu-Pammana), Marlina (3.924). (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved