Lagi Seorang Siswi di Gowa Putus Sekolah, Gegara Tertolak karena Zonasi

Putri sering kali menitikkan air mata setiap kali membuka media sosial. Ia tak kuasa jika melihat postingan teman-temannya yang mengenakan seragam put

Lagi Seorang Siswi di Gowa Putus Sekolah, Gegara Tertolak karena Zonasi
Ari Maryadi/Tribungowa.com
Putri Amelia Natsir, menunjukkan fakta integritas pendaftaran sekolah miliknya. ( 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Putri Amelia Natsir (15) tak henti dirundung kesedihan. Impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) kini kandas.

Putri sering kali menitikkan air mata setiap kali membuka media sosial. Ia tak kuasa jika melihat postingan teman-temannya yang mengenakan seragam putih abu-abu.

SEDANG BERLANGSUNG LIGA 1 LINK LIVE SCORE HASIL PSIS Semarang vs Persib Bandung, Live Indosiar

VIDEO: Diperkenalkan Satu Persatu, Begini Suasana Penetapan Caleg Terpilih DPRD Bone

Berikut Susunan Pemain Persija versus PSM Makassar

Skor, Live meTube.id & RCTI, Live Streaming Persija vs PSM Sedang Berlangsung, Nonton Sekarang!

Sambut Milad ke-56, Unismuh Makassar Gelar Gerak Jalan Sehat dan Pengundian Kupon

Berbanding terbalik dengan nasib yang ia alami. Sepekan persekolahan berjalan, ia hanya bisa tinggal di rumah. Sesekali membantu ibu berjualan kue.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini dinyatakan tidak lulus pada sistem zonasi sekolah. Ketika itu ia memilih tiga sekolah, namun tak ada satupun yang menerima.

Jarak rumahnya yang berlokasi 1.7 kilometer dari sekolah pilihan pertama dinilai menjadi penyebab. Ia pun terpaksa mengubur impiannya untuk mengeyam pendidikan formal.

"Sudah satu minggu saya tidak bersekolah. Saya bingung mencari bantuan kemana lagi," kata Putri kepada Tribun, Minggu (21/7/2019).

Putri Amelia Natsir, menunjukkan fakta integritas pendaftaran sekolah miliknya. (
Putri Amelia Natsir, menunjukkan fakta integritas pendaftaran sekolah miliknya. ( (Ari Maryadi/Tribungowa.com)

Putri diketahui berasal dari keluarga tidak mampu. Ibunya sebagai penjual kue. Sementara ayahnya sudah tidak bekerja lagi karena menderita sakit diabetes.

Hingga saat ini, Putri belum juga mendapatkan sekolah. Kondisi ekonomi keluarga menjadi penghalang dirinya lanjut ke sekolah swasta.

"Orang tuaku sudah berkeliling cari sekolah kodong, tapi semua sudah tutup. Belum lagi jauh jaraknya," ungkap Putri.

Putri diketahui beralamat di Jl Arung Matoa (Bontojalling) Desa Taeng, Kecamatan Pallangga. Ia merupakan alumnus SMPN 1 Sungguminasa. (*)

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved