Tim PKM Dosen Peternakan Unhas Sosialisasi Pengolahan Urin Sapi dan Pakan Alternatif di Bone

Tim PKM Dosen Peternakan Unhas Sosialisasi Pengolahan Urin Sapi dan Pakan Alternatif

Tim PKM Dosen Peternakan Unhas Sosialisasi Pengolahan Urin Sapi dan Pakan Alternatif di Bone
Dok.Unhas
Tim PKM Dosen Peternakan Unhas Sosialisasi Pengolahan Urin Sapi dan Pakan Alternatif 

TRIBUN-TIMUR.COM - Urin sapi, yang terlintas dibenak orang-orang adalah limbah yang tak berguna, atau bahkan bisa mengganggu kenyamanan karena aromanya yang kurang sedap.

Tapi, limbah ternak ini ternyata bisa dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Dosen Fakultas Peternakan Unhas Dr Ir A Amidah Amrawaty MSi bersama tim menawarkan solusi berupa introduksi teknologi pengolahan limbah.

Baca: IKA Doktor Ilmu Ekonomi Unhas Sowan ke Pj Wali Kota Makassar

Baca: Jadwal Liga 1 2019 Pekan 10 - Dibuka Madura United vs Arema FC, Simak PSIS vs Persib Live Indosiar

Baca: Siapa Sangka Sosok Penyapu Jalanan atau Pasukan Oranye Itu Legenda Bulu Tangkis, Kenal?

Jadi, urine ternak sapi diubah menjadi pupuk organik cair yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum sebagai pupuk substitusi atau pupuk pengganti.

“Urine hanya ditampung di ember besar dan dibiarkan begitu saja, karena banyak peternah yang belum mengetahui pengolahan limbah tersebut,” kata Amidah melalui rilis diterima Tribun Timur, Kamis (18/7/2019).

Mengenai tata cara pengolahan limbah urin ini disosialisasikan ke kelompok tani/ternak di Desa Masago Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone pada Juli 2019.

Baca: Perwira Polda Perankan Video Panas dengan Selingkuhan, Dokter/Istri Temukan Koleksinya di Rumah

Baca: Guru Nining Suryani Hidup dalam Kemiskinan, Gaji Hanya Rp 350 Ribu dan Tinggal di WC

Selain sosialisasi, dosen Fakultas Peternakan Unhas juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah limbah.

Selain pengolahan limbah urin sapi, tim PKM juga mensosialisasikan manfaat limbah pucuk tebu sebagai pakan alternatif.

Sebagaimana diketahui, limbah pucuk tebu sangat melimpah di masyarakat , namun belum ada sistem pengelolaan agar bisa dimanfaatkan menjadi pakan.

“Permasalahan peternak adalah kekurangan hijauan pakan pada musim kering sehingga produktivitas ternak menurun. Sementara di sisi lain limbah pertanian berupa pucuk tebu sangat melimpah dan bisa diolah menjadi pakan alternatif,” kata Amidah.

Selain itu, tim PKM dosen Fakultas Peternakan ini juga menargetkan hasil penelitian ini bisa dihilirisasi dalam bentuk produk siap pakai.

“Target luaran adalah menghasilkan produk pupuk organik cair yang telah melalui proses analisa kemasan 5 liter, dan pakan alternatif berupa silase kemasan plastik 5 kg,” ujar Amidah.(*)

Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved