Penyidik Polda Sulbar Periksa Pelapor dan Saksi Soal Dugaan Ijazah Palsu Oknum Caleg Mamasa

Kasus ijazah palsu ini melibatkan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulbar Dapil Kabupaten Mamasa, bernama Zadrak T dari partai PPP.

Penyidik Polda Sulbar Periksa Pelapor dan Saksi Soal Dugaan Ijazah Palsu Oknum Caleg Mamasa
semuel/tribunmamasa.com
Penandatanganan berita acara pemeriksaan oleh Penyidik kepada Pelaor sebagai terperiksa 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat tengah memeriksa pelapor dan sejumlah saksi terkait kasus penggunaan ijazah palsu.

Kasus ijazah palsu ini melibatkan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulbar Dapil Kabupaten Mamasa, bernama Zadrak T dari partai PPP.

Gara-gara Syahwat, Polisi Takalar Aniaya Wanita Bantaeng di Kafe Karamaka Jeneponto

Pakai Foto Polisi Tak Mampan Ajak ke Hotel,Cowok Ini Bawa Kabur Motor Cewek yang Dikenal di WhatsApp

Terungkap Dugaan Penyebab Kebakaran di Bontoperak Pangkep

VIDEO: Aksi Galang Dana ACT-MRI dan Pemuda Muslim Toraja Utara Bantu Korban Luka Bakar di Rantetayo

Peneliti Kementan Buat Jeruk Berbuah Sepanjang Tahun

Pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi, dilakukan pihak penyidik guna menindak lanjuti pelimpahan oleh Bawaslu Sulbar sebagai bagian dari Sentra Gakkumdu.

Seperti diketahui, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) ini melibatkan tiga lembaga, yaitu Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

Kasus ini dilimpahkan oleh Bawaslu Sulbar, setelah ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 16 Juli 2019, setelah melalui proses penyilidikan dalam kurun waktu 14 hari.

Selama 14 hari kedepan sejak diterima, kasus ini dalam proses penyidikan pihak Polda Sulbar sebelum kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sulbar.

Sekaitan dengan kasus ini, pihak penydlidik memeriksa Pelapor bernama Semuel, Ketua LBH Mamasa.

Sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Ketua LBH Mamasa, Semuel sebab menduga kuat, Zadrak T menggunakan dokumen palsu berupa pengganti ijazah pada seleksi Caleg DPRD Provinsi.

Penggantian ijazah ini diduga diperoleh dari mantan Kepalasa SMA 1 Sumarorong bernama Estepanus yang saat ini masih menjabat Naggota DPRD Mamasa.

Selain pelapor, penyidik juga memeriksa beberapa saksi lainnya termasuk Estepanus, Kepala SMA 1 SMA 1 Sumarorong yang masih aktif bernama Arisenjaya dan beberapa staf.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved