Kuasa Hukum RS Bahagia Beberkan Bukti Jika Tak Serobot Lahan Fasum Fasos

Manajemen RS Bahagia membantah jika lahan tempat berdirinya rumah sakit tersebut merupakan area fasilitas umum dan fasilitas sosial

Kuasa Hukum RS Bahagia Beberkan Bukti Jika Tak Serobot Lahan Fasum Fasos
WELGO.ID
Bangunan RS Bahagia di kompleks perumahan BTN Minasa Upa blok H7 nomor 9, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Manajemen RS Bahagia membantah jika lahan tempat berdirinya rumah sakit tersebut merupakan area fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos) serta bukan milik Pemkot Makassar.

Bantahan tersebut sehubugan dengan adanya tudingan jika manjamen RS Bahagia menyalahgunakan fasum dan fasos serta berdiri di atas lahan milik Pemkot Makassar.

Menurut manajamen, sebelum RS Bahagia dibangun di atas tanah di kompleks perumahan BTN Minasa Upa blok H7 nomor 9, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, sudah ada alas hak.

Mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam telah membeli lahan untuk pembangunan rumah sakit dari pengembang PT Timurama berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 150/KT/VII/1999 tertanggal 5 Juli 1999.

Lalu, tanah tersebut memiliki Sertifikat Hak Milik dari Badan Pertanahan Nasional Kota Makassar Nomor 20192 tertanggal 14 September 1999 atas nama H M Amin Syam.

Pada tahun 2010 dan 1011, saat rumah sakit akan dibangun, Pemkot Makassar menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Nomor 503/0283/IMB/10/KPAP tanggal 27 Juli 2010 dan Nomor 503/0311/IMB/10/KPAP tanggal 11 Juli 2011.

"Dengan terbitnya IMB berarti Pemkot (Makassar) mengakui bahwa lahan lokasi pembangunan tidak ada masalah," demikian keterangan pers diterima Tribun-Timur.com dari kuasa hukum RS Bahagia, Syahrir Cakkari, Kamis (18/7/2019).

Tak hanya itu, manajemen juga telah menerima Surat Wali Kota Makassar Nomor 194/BPN/V/2007 tertanggal 31 Mei 2007 perihal Permintaan Kejelasan Mengenai Fasum/Fasos Perum Minasa Upa dan Surat Direktur PT Timurama Nomor 184/Dir-Tim/1.1/VI/2007 tertanggal 20 Juni 2007 mengenai Kejelasan Fasos/Fasum Perum Minasa Upa.

Surat tersebut sebagai balasan atas surat sebelumnya untuk menanyakan kejelasan fasum dan fasos di kompleks perumahan BTN Minasa Upa.

"Sesuai surat Direktur PT Timurama dijelaskan bahwa fasos dan fasum, setelah diadakan revisi site plan sesuai SK Wali Kota Makassar No. 197/S.Kep/640/2001 tanggal 6 Maret 2001, maka ditempatkan di blok K dan blok AB Perum Minasa Upa, seluas 11.384 m2 dan telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar," kata kuasa hukum RS Bahagia.

Penyerahan fasum dan fasos di kompleks perumahan BTN Minasa Upa tertuang dalam berita acara nomor 653/DIR-Tim/1.1/BA/IX/2004 tertanggal 17 September 2004.

Kuasa hukum mengatakan, status lahan RS Bahagia kini clear dan diharapkan dipahami semua pihak terkait.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved