61 Area Parkir Wajib Pakai Unik Tertentu, Pengamat: KPPU Harus Bergerak

“Saya pikir ini mungkin bagian dari strategi bisnis agar bisa memiliki pangsa pasar yang semakin besar. Menjadi besar boleh," katanya

61 Area Parkir Wajib Pakai Unik Tertentu, Pengamat: KPPU Harus Bergerak
Tribun Jatim
Bayar Parkir dengan OVO 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Metode pembayaran parkir yang menggunakan aplikasi OVO, di tempat perbelanjaan di Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia, menuai kontra.

Pengamat Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Ardito Bhinadi menilai, unsur monopoli alat bayar bisa merugikan masyarakat atau konsumen.

Alasannya,  harus memiliki uang elektronik tertentu untuk bisa parkir.

“Saya pikir ini mungkin bagian dari strategi bisnis agar bisa memiliki pangsa pasar yang semakin besar. Menjadi besar boleh,"  katanya dalam keterangan resminya, Kamis (18/7/2019) malam.

VIDEO: Rumah Panggung Terbakar di Kelurahan Bontoperak Pangkep

TRIBUNWIKI: Resmi di Indonesia, Kamera Selfie 32 MP Harga Rp 2 Jutaan, Ini Spesifikasi Infinix S4

Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Luwu Utara Donor Darah

"Namun tidak boleh dengan cara-cara atau praktek perilaku persaingan usaha yang tidak sehat, melalui monopoli misalnya,”katanya.

Menurutnya, untuk menjalankan praktik bisnis yang sehat, Ardito menyebutkan, Indonesia membutuhkan lembaga pengawasan pasar yang kuat.

KPPU menurut dia, harus terus memperkuat dan meningkatkan kapasitasnya agar bisa bergerak cepat.

Juga tepat dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas persaingan usaha.

Jika strategi harus menggunakan emoney tertentu ditiru oleh mall atau tempat lain, lanjut Ardito, maka masyarakat bakal makin direpotkan.

VIDEO: Rumah Panggung Terbakar di Kelurahan Bontoperak Pangkep

TRIBUNWIKI: Resmi di Indonesia, Kamera Selfie 32 MP Harga Rp 2 Jutaan, Ini Spesifikasi Infinix S4

Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Luwu Utara Donor Darah

Konsumen akan diwajibkan memiliki banyak uang elektronik (Unik) agar bisa melakukan aktivitas dengan lancar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved