Kejati Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Bahan Bakar Gas di Semua Kecamatan se-Makassar

Laporannya diduga adanya indikasi mark up dan penyelewengan dana pengadaan bahan bakar itu untuk anggaran 2018 dan 2019.

Kejati Dalami Dugaan Korupsi Anggaran Belanja Bahan Bakar Gas di Semua Kecamatan se-Makassar
hasan/tribun-timur.com
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat tengah mendalami kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan belanja Bahan Bakar Gas (BBG) di 14 kecamatan se-Kota Makassar.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, kasus itu ditindaklanjuti atas laporan yang diterima dari masyarakat

Laporannya diduga adanya indikasi mark up dan penyelewengan dana pengadaan bahan bakar itu untuk anggaran 2018 dan 2019.

"Sementara tim masih proses mendalami laporan itu," kata Salahuddin kepada Tribun, Kamis (18/07/2019), siang.

Kejaksaan harus menelaa dan mempelajari laporan yang diterima untuk memastikan kebenaran indikasi tersebut.

Setelah melalui proses telaa, maka Kejaksaan selanjutnya melakukan pengumpulan data keterangan di lapangan.

Berdasarkan informasi diperoleh Tribun dugaan mark up dan penyelewengan anggaran bahan bakar gas ini di 14 kecamatan se Kota Makassar 2018/2019.

Dalam pengelolaan anggaran di tingkat kecamatan diduga melakukan penggelembungan anggaran belanja kebutuhan bahan bakar gas.

Pasalnya, volume kegiatan yang dimunculkan dalam laporan pertanggung jawaban tidak sesuai dengan jumlah kendaraan operasional.

Olehnya kegiatan belanja modal BBM/Gas cacat administrasi dan cacat hukum yang berdampak pada kerugian keuangan dan perekonomian daerah.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kecamatan atas tudingan itu. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved