Tiga Wilayah di Sulsel Dilanda Kekeringan

Memasuki puncak musim kemarau sejumlah daerah di Sulawesi Selatan mulai dilanda kekeringan.

Tiga Wilayah di Sulsel Dilanda Kekeringan
abdiwan/tribuntimur.com
Sejumlah anak bermain di daerah persawahan yang mengalami kekeringan di kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin/24/9/2018. BMKG Sulawesi Selatan menduga musim kemarau panjang akan berlangsung hingga bulan Oktober di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Memasuki puncak musim kemarau sejumlah daerah di Sulawesi Selatan mulai dilanda kekeringan.

Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung Agustus 2019 mendatang.

Daerah yang dimaksud yakni Bulukumba, Jeneponto dan sebagian wilayah Bantaeng.

Daerah itu mengalami kekurangan distribusi air bersih.

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Jasa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, Siswanto, ketiga daerah tersebut hampir 12 hari secara berturut-turut tidak turun hujan.

Desa Pitusunggu Publikasikan Pengelolaan APBDes Rp 1,9 Miliar Tahun 2019

Pelaku Industri Kopi di Sulteng Dilatih Roasting dan Blending

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indonesia Open 2019, Fajar/Rian Tumbangkan Pasangan Baru China

BERLANGSUNG 4 Link Live Streaming Indosiar PSS Sleman vs PSIS, Nonton via Vidio Premier Sekarang!

"Ketiga daerah dilanda kekeringan karena ada 12 hari berturut-turut tidak hujan di wilayah tersebut," kata Siswanto.

Namun kata Siswanto beberapa daerah di wilayah Sulsel pada saat ini, dampaknya belum terasa karena masih ada sebagian daerah yang hujan.

Bahkan hampir menyeluruh masih hujan

"Dampak secara umum di Sulsel itu tidak terlalu signifikan. Memang ada beberapa daerah seperti Jeneponto yang kekurangan distribusi airnya," katanya.

"Tapi yang cukup dirasakan ialah masyarakat yang ada di Jawa," ujar Siswanto.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved