TERUNGKAP Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Motif Balas Dendam, Korupsi E KTP Disebut

TERUNGKAP Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Motif Balas Dendam, Korupsi E KTP Disebut

TERUNGKAP Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Motif Balas Dendam, Korupsi E KTP Disebut
Tribunnews
TERUNGKAP Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Motif Balas Dendam, Korupsi E KTP Disebut 

TERUNGKAP Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan, Motif Balas Dendam, Korupsi E KTP Disebut

TRIBUN-TIMUR.COM,- Motif dan pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan mulai terungkap.

Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Polri akhirnya pelan-pelan menemukan titik terang terkait kasus yang sudah lama dan menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami gangguan penglihatan. 

Baca: Siapa 3 Orang Diduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Dibeberkan oleh TGPF, Berawal di Tempat Wudhu

Baca: Siapa 3 Orang Diduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Dibeberkan oleh TGPF, Berawal di Tempat Wudhu

Baca: Siapa Arief R Wismansyah? Wali Kota Tangerang yang Sangat Berani Melawan Menkumham

Baca: ZODIAK CINTA Rabu 17 Juli 2019, Leo Jangan Takut Bicara ke Pasangan, Pisces Butuh Perhatian

Baca: Makan Bareng Eko Patrio, Ayu Ting Ting Ungkap Rindu Main Bareng, Mau Gabung Pesbukers Lagi?

Baca: Bukti Kalau Raffi Ahmad & Nagita Slavina Sangat Menyayangi Asistennya Meri, Ngasih Kado Impiannya

Dikutip dari Kompas.com, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) Kasus Novel Baswedan menyebut, ada 6 kasus high profile yang mungkin memunculkan balas dendam atau serangan balik terhadap Novel.

Menurut anggota TGPF Nur Kholis, 5 dari 6 kasus itu yakni kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP); kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar; kasus Mantan Sekjen MA, Nurhadi; kasus korupsi mantan Bupati Buol, Amran Batalipu; dan kasus korupsi Wisma Atlet.

"TGPF meyakini kasus tersebut berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan kewenangan berlebihan," kata Nur Kholis saat membacakan hasil penyelidikan mereka di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Sementara itu, 1 kasus lainnya tidak ditangani Novel sebagai penyidik KPK tetapi tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus penyerangan terhadap Novel.

Kasus yang dimaksud yakni penembakan pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.

Novel ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet saat ia masih bertugas di Polri.

Menurut Nur Kholis, terbuka kemungkinan ada kasus lain yang terkait penyerangan Novel.

Halaman
123
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved