Mahasiswa Berprestasi UIN Alauddin: Dari Coba-coba, Akhirnya Juara Bahasa Arab

Dalam perkembangan berikutnya, Dian seperti haus untuk terus mengasah kemampuan bahasa Arabnya

Mahasiswa Berprestasi UIN Alauddin: Dari Coba-coba, Akhirnya Juara Bahasa Arab
handover
Hardiyanti Kamaruddin 

Laporan: Fadli Latief, Mahasiswa PKL UIN Alauddin

JIKA sebagian mahasiswa menggemari bahasa Inggris untuk pendidikannya, tidak demikian dengan Hardiyanti Kamaluddin (22). Ia justeru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar bahasa Arab.

Yang menarik, Hardiyanti bukan mahasiswa Program Studi Bahasa Arab, melainkan dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Lalu apa yang membuat dara kelahiran, Sidrap 23 Januari 1997 ini tertarik pada bahasa Arab? Kepada Tribun, perempuan yang biasa disapa Dian ini bertutur.

“Awalnya saya cuma coba-coba belajar bahasa Arab, waktu duduk di kelas 3 Madrasah Aliyah (MA) di Sidrap. Karena saya memang tipe orang yang penasaran untuk mencoba hal baru,” katanya saat ditemui di Kampus UINAM, Samata, Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Ketika ada lomba pidato bahasa Arab di Sidrap, Dian tak pikir banyak. Ia ikut, dan hebatnya, langsung menyabet juara pertama.

“Alhamdulillah, karena saat itu, peserta yang ikut rata-rata orang yang sudah sering ikut lomba pidato bahasa Arab,” kata Dian sambil tersenyum.

Dalam perkembangan berikutnya, Dian seperti haus untuk terus mengasah kemampuan bahasa Arabnya. Tak puas di tingkat lokal, Dian membidik lomba tingkat Sulsel.

“Saya lupa tanggalnya, ketika itu ada pamflet lomba pidato bahasa Arab tingkat Sulsel. Saya daftar, dan alhamdulillah juara satu lagi,” katanya.

Nah, sekarang, saat Dian sudah duduk di bangku kuliah, tantangannya makin kompleks. Ia yang bukan dari basik bahasa Arab, terus ditantang untuk memperlihatkan skillnya.

Pada tahun 2018 lalu, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Filsafat, dan Politik UINAM menggelar lomba serupa, ia kembali ikut dan lagi-lagi menyabet juara satu.

Kendati sering meraih juara, Dian tetaplah Dian yang suka merendah. Menurutnya, apa yang dimilikinya saat ini belum ada apa-apanya. Bahkan, ia menyebut dirinya belum mahir berbahasa Arab sehingga masih perlu belajar banyak.(*/tribun-timur.com)

Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved