4 Jam Operasi Antik, Polrestabes Makassar Amankan 10 Wanita dan Pria

Tim gabungan Polrestabes Makassar berhasil menjaring 10 wanita dan pria, saat Operasi Anti Narkotika (Antik), Rabu (17/7/2019).

4 Jam Operasi Antik, Polrestabes Makassar Amankan 10 Wanita dan Pria
darul/tribuntimur.com
Salah satu wanita mengenakan baju kuning sambil menutup wajah, saat salah satu Polwan Polrestabes Makassar giring wanita itu ke mobil. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim gabungan Polrestabes Makassar berhasil menjaring 10 wanita dan pria, saat Operasi Anti Narkotika (Antik), Rabu (17/7/2019).

Operasi Antik 2019 dipimpin oleh Wakasat Resnarkoba Polrestabes Kompol Indra Y. Waspada ini, mengamankan 10 wanita dan pria di kosan ekslusif di wilayah Makassar.

"Ada 10 orang yang kami amankan dalam operasi ini, mereka ini kami amankan di dua lokasi dari empat lokasi yang sudah kami datangi," kata Kompol Indra, petang.

Pesan Ahok untuk Orang yang Penjarain Dia 2 Tahun Lalu Ngapain Kita Mesti Bodoh Gitu, Mati

Babak Pertama, PSM versus Persebaya Bermain Imbang

Pasien Keluhkan Layanan, Ini Penjelasan RS Islam Faisal Makassar

Operasi Antik 2019 ini dari sekitar pukul 13.00 Wita sampai 17.00 Wita.

Diikuti oleh anggota gabungan dari Satresnarkoba, Sat Intelkam, dan Sat Provos Mapolrestabes.

Operasi Antik 2019 ini, tidak hanya digelar Polrestabes Makassar.

Tapi juga jajaran di Polda Sulsel ikut melakukan serentak dan menargetkan rampung 30 hari kedepan.

Kompol Indra Waspada mengaku, operasi Antik 2019 kali ini digelar di kos ekslusif di Jl Anuang Raya, Jl Faisal, Jl Andi Djemma (eks Jl Landak Baru), dan Jl Khairil Anwar.

Pesan Ahok untuk Orang yang Penjarain Dia 2 Tahun Lalu Ngapain Kita Mesti Bodoh Gitu, Mati

Babak Pertama, PSM versus Persebaya Bermain Imbang

Pasien Keluhkan Layanan, Ini Penjelasan RS Islam Faisal Makassar

"Mereka yang kami amankan merupakan orang-orang yang sudah positif, ini diduga kuat menggunakan narkotika. Kami juga temukan alat pakai jenis bong," jelas Indra.

Menurut Kompol Indra Waspada, mereka yang diamankan dengan bukti urin positif dan alat isap narkoba jenis bong ini, akan dikembangkan lagi dan diproses hukum.

"Tentu kita akan membawa mereka ini ke kantor dan dimintai keterangan, kemudian kami akan melakukan proses rehabilitasi dan proses hukumnya," tambah Indra.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved