188 Sarjana STIA Algazali Diminta Amalkan Ilmunya di Masyarakat

Wisuda mahasiswa sarjana STIA Algazali Barru ke-XXIII digelar di aula kampus STIA Algazali di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru,

188 Sarjana STIA Algazali Diminta Amalkan Ilmunya di Masyarakat
akbar/tribunbarru.com
Suasana acara wisuda mahasiswa STIA Algazali Barru ke-XXIII di aula kampus STIA Algazali di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNBARRU. COM, BARRU - Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Algazali Barru kembali mencetak ratusan sarjana S1 tahun akademika 2018 - 2019.

Wisuda mahasiswa sarjana STIA Algazali Barru ke-XXIII digelar di aula kampus STIA Algazali di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (17/7/2019).

Jarak Sekolah dan Rumah Hanya 600 Meter, Bunga Citra Ditolak SMPN di Gowa

BNSP Bakal Gelar Sertifikasi Uji Kompetensi, Berikut Jadwal Pendaftarannya

5 Fakta Istri Perwira Polda Bali Temukan Video Mesum Suami dengan Wanita Lain,Terbongkar di Chat WA

Enam Tahun Menunggu, 126 JCH Khusus Diberangkatkan Tazkiyah Tour

Desa Bialo Bulukumba Libatkan Anak Tudang Sipulung pada Musrenbang Anak

Hadir dalam acara wisuda ini yakni Ketua Yayasan STIA Algazali Barru, Abdullah Rahim Mustafa, Bupati Barru, Suardi Saleh, Kepala LPMP Sulsel, Halim Muharram.

Juga hadir Ketua STIA Algazali Barru, Kamaruddin Hasan, Wakil Ketua DPRD Barru, Andi Wawo Mannjojengi, perwakian dari Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) wilayah XI Sulawesi serta para orangtua dan keluarga mahasiswa yang diwisuda.

Ketua STIA Algazali Barru, Kamaruddin Hasan mengungkapkan, mahasiwa yang diwisuda kali ini sebanyak 188.

Mereka terdiri dari wisudawan 99 orang dan wisudawati berjumlah 89 orang.

"Untuk jumlah alumni kita sampai saat ini, secara keseluruhan 2.359 orang," kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Barru itu.

Lebih lanjut Kamaruddin Hasan menyebutkan, para wisudawan maupun wisudawati ini telah melewati proses panjang sebelum mereka diwisuda.

Terutama akftif mengikuti proses perkuliahan, menjalani tahapan ujian hingga melewati persyaratan mampu membaca alquran untuk bisa diwisuda.

"Malah dari awal ini sudah menjadi bagian bahwa sebelum menjalani skripsi kemarin, mereka sudah harus mampu membaca alquran," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Akbar
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved