Kasus Pemalsuan Dokumen Oknum Caleg di Mamasa ke Tahap Penyidikan

Ia menjelaskan, setelah melakukan proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi pihaknya melakukan pembahasan kedua.

Kasus Pemalsuan Dokumen Oknum Caleg di Mamasa ke Tahap Penyidikan
semuel/tribunmamasa.com
Komisioner Bawaslu Sulbar Koordinator Divisi Bidang Penindakan Pelanggaran, Ansarullah A Lidda 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Setelah melalui proses penyelidikan selama 14 hari kerja oleh Badan Pengawasn Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulbar, kasus penggunaan ijazah palsu akhirnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Hal itu diungkapkan Komisioner Bawaslu Sulbar Koordinator Divisi Bidang Penindakan Pelanggaran, Ansarullah A Lidda saat dikonfirmasi via telepon, Senin (15/7/2019) malam.

Ia mengatakan, dugaan pemalsuan dokumen berupa penggantian ijazah dilakukan Zadrak T, caleg DPRD Provinsi Dapil 1 Sulbar, Kabupaten Mamasa saat mendaftar jadi bakal calon.

Kasus tersebut diakui dilaporkan oleh Semuel Ketua Lembaga Bantuan Hukum Mamasa.

Ia menjelaskan, setelah melakukan proses penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi pihaknya melakukan pembahasan kedua.

Pembahasan kedua ini membahas hasil pemeriksaan bawaslu dan hasil pemeriksaan penyelidikan oleh pihak penyelidik.

Dari hasil kajian Bawaslu, Zadrak terbukti tidak terdaftar sebagai peserta didik atau alumni pada SMAN 1 Sumarorong.

Dari hasil pembahasan kedua oleh Sentra Gakkumdu, yakni bersama pihak Kejaksaan Negeri dan Polda Sulbar, maka kasus itu layak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Tetakhir tadi kami meminta keterangan dari Estepanus yang membuat dokumen tersebut," kata Ansarullah.

"Selanjutnya kami melakukan pembahasan kedua. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang kita kumpulkan, maka kasus ini layak ditingkatkan," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved