Dialog Hak Angket DPRD Sulsel: Ni'matullah Respon Dugaan Dendam dan Transaksi Politik

Makassar Lawyers Club menggelar dialog " hak angket DPRD Sulsel: Dinamika Politik, Dendam Politik, dan Transaksi Politik?" di Warung Kopi Phoenam

Dialog Hak Angket DPRD Sulsel: Ni'matullah Respon Dugaan Dendam dan Transaksi Politik
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Makassar Lawyers Club menggelar dialog "Hak Angket DPRD Sulsel: Dinamika Politik, Dendam Politik, dan Transaksi Politik?" di Warung Kopi Phoenam, Jl Boulevard, Makassar, Sulsel, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makassar Lawyers Club menggelar dialog " hak angket DPRD Sulsel: Dinamika Politik, Dendam Politik, dan Transaksi Politik?" di Warung Kopi Phoenam, Jl Boulevard, Makassar, Sulsel, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, adanya kecurigaan tentang dendam politik itu tak ada.

"Kami sudah lama move on (bergerak), saya tidak tahu kalau di sebelah," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Ni'matullah.

Baca: Jumras Kembali Dipanggil Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, Ini Pembahasannya!

Baca: FOTO: Jayadi Nas Beri Keterangan Dalam Sidang Hak Angket DPRD Sulsel

Baca: Sebut Hak Angket Kental Politisasi, Pendukung Nurdin Abdullah Demo DPRD

Ia juga membantah adanya kecurigaan transaksi politik.

"Sekarang ini sangat susah, kita tidak bisa main-main karena pengawasan di rapat-rapat itu sangat ketat," katanya.

Legislator asal Kabupaten Pangkep ini mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi langsung DPRD Sulsel.

"Kami selalu diawasi oleh Koordinasi Supervisi dan Pencegahan ( Korsupgah) KPK. Ada lima anggota dari KPK RI yang mengawasi," katanya.

Ulla, sapaan akrabnya, menceritakan, hak angket itu adalah upaya terakhir cara untuk memperbaiki internal Pemerintah Provinsi Sulawesi.

Ia menjelaskan, memimpin langsung pertemuan antara dirinya dengan ketua fraksi sebanyak dua kali dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Selanjutnya, ia juga sudah bertemu dengan Gubernur bersama pimpinan DPRD Sulsel.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved