VIDEO: Warga Lome Pinrang Gelar Ritual Adat Manurung

Ritual yang digelar 5 hingga 7 tahun sekali itu dilakukan sebagai simbol kesyukuran kepada maha pencipta.

TRIBUNPINRANG.COM, DUAMPANUA - Sejumlah masyarakat di Dusun Lome, Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang menggelar ritual Adat Manurung.

Ritual yang digelar 5 hingga 7 tahun sekali itu dilakukan sebagai simbol kesyukuran kepada maha pencipta.

"Tak lebih dari ungkapan kesyukuran," kata Tokoh Adat setempat, Jabaruddin (44) saat ditemui TribunPinrang.com, Senin (15/7/2019).

Ia menyebutkan, ungkapan kesyukuran itu ditujukan kepada Allah atas kesehatan dan kehidupan yang telah diberikan kepada manusia dari generasi ke generasi.

Lewat ritual yang diringi musik gendang itu, dikirimkan pula doa keselamatan untuk para orang tua kita yang telah lebih dahulu menghadap kepada Allah.

"Walau bagaiamana pun, kehadiran generasi hari ini itu tak terlepas dari kekuasaan Allah yang telah mengadakan generasi terdahulu. Itu juga yang seyogyanya disyukuri" jelas Jabar.

Dalam ritual itu, tambahnya, disediakan beberapa perkakas yang dijadikan sebagai media menyampaikan doa kepada Allah..

Ada walasuji yang isinya beraneka ragam. Seperti telur, daun sirih, kapur, pinang, ayam, banno, dan sokko (tumpeng) empat rupa.

"Semua itu adalah simbol yang memiliki makna tertentu. Ada yang bermakna esensi manusia, kesucian, falsafah kehidupan, dan lainnya," papar Jabar.

Ia menegaskan, pangkal dari ritualitas yang dilakukannya itu bermuara pada esensi dari pada salat.

"Jadi sama sekali tak ada yang melenceng dari niat kepada Allah. Semua ritualitas yang ada ditumpukan kepada Sang Pencipta," pungkas Jabar.

Berikut videonya !

(TribunPinrang.com)

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, @herysyahrullah

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved