Sulteng Bergerak: Ranperda RTRW Tidak Berperspektif Mitigasi Bencana

Sehingga menurut dia, Ranperda RTRW Sulawesi Tengah tidak layak untuk disahkan menjadi sebuah kebijakan tata ruang di Sulawesi Tengah.

Sulteng Bergerak: Ranperda RTRW Tidak Berperspektif Mitigasi Bencana
Dokumen Firmansyah Algintara
Juru Bicara Sulteng Bergerak, Firmansyah Algintara 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Juru Bicara Sulteng Bergerak, Firmansyah Algintara menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah sama sekali tidak berperspektif terhadap mitigasi bencana.

Padahal menurut dia, semangat revisi RTRW Sulawesi Tengah lahir atas kejadian bencana alam 28 september 2018 di Palu, Donggala, Sigi, Parimo (Padagimo) dan sekitarnya.

Kata Algintara, peninjauan kembali RTRW yang ditetapkan melalui SK Gubernur nomor 550/198/DTS.BMPR-G.ST.2017 tentang PK harusnya berfokus pada kebijakan mitigas bencana.

"Kita tidak melihat adanya kebijakan mitigasi dalam Ranperda RTRW Provinsi Sulawesi Tengah, bahkan banyak dokumen yang harusnya menjadi referensi tidak dibuat oleh pemerintah," katanya melalui sambungan telepon, Senin (15/7/2019).

Sehingga menurut dia, Ranperda RTRW Sulawesi Tengah tidak layak untuk disahkan menjadi sebuah kebijakan tata ruang di Sulawesi Tengah.

Sebab menurutnya, draf Ranperda RTRW Sulawesi Tengah tidak menggunakan Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dalam penyusunannya.

Sehingga, dokumen tersebut akan berimplikasi buruk jika tidak memuat mitigasi bencana.

Menurut dia, harusnya pemerintah Sulawesi Tengah terlebih dulu membuat dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB), dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan rencana kontijensi sebelum menyusun RTRW .

"Tiga dokumen ini penting untuk dibuat karena kajian terkait bencana akan dimuat disitu, termasuk memuat langkah-langkah yang akan dilakukan sebelum terjadi bencana, saat terjadi dan sesudah terjadinya bencana," terang Algintara.

Selain itu kata Algintara, dokumen KRB juga akan menghitung potensi kerugian fisik dan non fisik ketika terjadi bencana.

Halaman
12
Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved