Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari FB ke Hubungan Terlarang

Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang

Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari FB ke Hubungan Terlarang
Tribunnews
Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang 

Kemudian dia berhenti di perjalanan untuk memotong tubuh korban.

Tindakan mutilasi dilakukan dengan cara menepikan mobil, lalu berhenti saat sepi.

Sebelum ke lokasi kejadian, pelaku sempat pulang ke rumahnya, di Kecamatan Susukan Banjarnegara.

Ia sampai di rumah sekitar Senin subuh dan bertemu dengan keluarganya.

Sekira pukul 07.00 WIB, pelaku ke luar rumah lalu membuang dan membakar sebagian potongan tubuh di Dusun Plandi Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.

Kronologi Mutilasi

Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang (ilustrasi)
Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang (ilustrasi) (Google.com)

Deni Riyanto, tersangka pelaku mutilasi dan pembakaran potongan tubuh di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas mengaku sudah merencanakan aksi kejahatannya.

Polisi berhasil menangkap Deni di Purwokerto, Kamis (11/7/2019) pukul 18.30 WIB.

Deni adalah tersangka pelaku pembunuhan, dimana jasad korban ditemukan di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Senin (8/7/2019).

Pembunuhan berawal karena Deni panik saat korban berinisial KW (51) menuntut untuk dinikahi.

Hubungan yang terjalin antara korban dan tersangka sudah berjalan sekitar 2 bulan.

Saat menjalani hubungan asmara dengan korban, Deni masih berstatus memiliki istri dan anak, sehingga tak bersedia menikahi korban.

Bukannya menuruti permintaan kekasihnya, pelaku mengambil jalan pintas yakni membunuh korban.

Korban diketahui seorang ibu rumah tangga asal Bandung.

Tidak hanya membunuh, memutilasi, dan membakar potongan tubuh, pelaku juga menjual mobil Toyota Rush milik korban.

Pengakuan Deni, lokasi pembunuhan terjadi di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat.

Setelah dari Bogor, pelaku langsung menuju ke daerah Gombong.

Berdasarkan pengakuannya, Deni memutilasi mayat korban di dalam mobil saat perjalanan dari Puncak ke Gombong.

"Sambil jalan dia menepi, langsung dipotong-potong di situ, baru di Gombong ini dibuang dan dibakar," kata Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Jumat (12/7/2019).

TKP yang ada di Tambak, Banyumas merupakan TKP kedua. Sebelumnya pelaku membakar mayat di wilayah Gombong, Kebumen, Jateng.

"Pelaku baru masuk ke TKP yang ke-2 di wilayah di Tambak yang jaraknya tidak jauh dari rumah tersangka, sekira 2 km dari TKP yang pertama yang kita temukan," tambahnya.

Deni diduga sudah merencanakan membunuh korban tanpa bantuan orang lain.

Polisi sekarang masih fokus untuk mencari lokasi pembuangan potongan tubuh yang lainnya, untuk dianalisis lebih dalam.

Untuk bagian-bagian tubuh lain yang ditemukan di Gombong di antaranya ada tulang pinggul, tulang bonggol, dan tulang rusuk.

Sedangkan kepala dibakar di daerah Tambak, Banyumas.

Pelaku membakar potongan-potongan mayat di lokasi pertama di Gombong, sekira dini hati.

Barulah pada pagi harinya berpindah ke Banyumas untuk membakar kepalanya.

Berdasarkan pengakuan dari tersangka, korban dibunuh menggunakan parang dan dihantam di bagian belakang kepala.

"Ditemukan luka yang cukup besar di bagian tengkorak belakang. Kemudian setelah itu pelaku memukul dahi korban. Setelah yakin korban sudah meninggal, baru lanjut dimutilasi," ungkap Kapolres.

Aksi keji tersebut dilakukan pada Minggu (7/7/2019) malam.

Setelah memutilasi korban, di dalam mobil, pelaku membersihkan cover sarung jok mobil.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku menjual mobilnya di salah satu showroom di wilayah Purwokerto.

"Saat itu si cewek (korban) ini diminta oleh tersangka untuk membawa BPKB mobilnya, sehingga memudahkan dia langsung menjual mobil jenis Toyota Rush dengan pelat D Bandung," ujar Kapolres.

Menurut kapolres, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat 3 atau 338 KUHP.

"Kita lihat nanti kemungkinan apakah ada pembunuhan dengan perencanaan. Jika ya, berarti masuk ke 340 lanjut ke 365, karena pelaku memiliki barang milik korban," katanya.

Penangkapan Pelaku

Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang (ilustrasi)
Motif dan Kronologi DP Mutilasi Lalu Bakar Potongan Tubuh PNS Kemenag, dari Facebook ke Hubungan Terlarang (ilustrasi) ()

Setelah melalui proses penyelidikan sejak Senin (8/7/2019), polisi akhirnya dapat menangkap pelaku di balik temuan jasad di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak.

Polisi menangkap tersangka pelaku pembunuhan disertai mutilasi korban di Purwokerto, Kamis (11/7/2019) pukul 18.30 WIB.

Diduga kejadian tersebut dilatar belakangi hubungan asmara yang berawal perkenalan korban dan pelaku melalui media sosial Facebook.

Pelaku mutilasi adalah seorang residivis atas nama Deni Riyanto.

Pelaku juga merupakan residivis kasus penculikan yang baru sekitar dua bulan lalu baru keluar dari penjara.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, potongan tubuh korban lainnya dibuang di wilayah Gombong, Kabupaten Kebumen," ujar Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada Tribun, Jumat (12/7/2019).

"Kita mengecek yang di sini ada dua lokasi pembakaran. Potongan tubuh lainnya dibakar menggunakan ban-ban mobilnya," ungkap Kapolres.

Saat ditemukan, kondisi jasad sudah hangus terbakar. Tinggal sisa-sisa tulang-belulang saja dan potong-potongan kecil bagian tubuh.

Identitas korban mutilasi diketahui merupakan warga Bandung berinisial KW (51).

Polres Banyumas sudah mengirim potongan tubuh korban ke Rumah Sakit Polri di Jakarta, untuk diambil sampel DNA.

"Keluarga korban sudah kami hubungi dan akan bersama-sama dikawal anggota berangkat ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk diambil DNA juga untuk mencocokkan identitas," paparnya.

Kapolres mengungkapkan KW adalah seorang ibu rumah tangga.(Tribunjateng/jti)

Artikel ini telah tayang diTribunjateng.com dengan judul Dibunuh di Lokasi Terbuka, Ini Kronologi Lengkap dan Alasan DP Memutilasi Korbannya

Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved