Launching Aplikasi Darahkita.id, Deng Ical Harap Jadi Solusi Bagi Masyarakat

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri launching aplikasi darahkita.id versi 2.0, yang bertempat di Coffe Obia Eatery, Jl Tun Abdul Razak, Minggu (14/7/

Launching Aplikasi Darahkita.id, Deng Ical Harap Jadi Solusi Bagi Masyarakat
Dok PMI Kota Makassar
Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal MI menghadiri launching aplikasi darahkita.id versi 2.0, yang bertempat di Coffe Obia Eatery, Jl Tun Abdul Razak, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kehadiran aplikasi darahkita.id mendapatkan apresiasi dari Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal MI.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri launching aplikasi darahkita.id versi 2.0, yang bertempat di Coffe Obia Eatery, Jl Tun Abdul Razak, Minggu (14/7/2019).

6 Keluarga di Pongo Luwu Utara Dikeluarkan dari Daftar Penerima PKH, Ini Alasannya

Empat Kasus Pidana Pemilu Ditangani Tim Polrestabes Makassar, Satu Kasus P21

Aplikasi darahkita.id dapat menghubungkan para pahlawan yang ingin menyumbangkan darahnya dengan mereka yang membutuhkannya tanpa ribet.

Dengan adanya aplikasi darahkita.id diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan darah maupun bagi PMI Kota Makassar.

Ini juga menjadi penyemangat bagi PMI Kota Makassar untuk mengemban tanggung jawab.

"Dengan hadirnya darahkita.id diharapkan mampu mendukung kerja kerja PMI, apalagi saat ini PMI Kota Makassar diberikan tanggung jawab untuk menjadi pusat rujukan transfusi Indonesia Timur," ujar Deng Ical.

Menurut Deng Ical, perintah ini diberikan untuk PMI Kota Makassar, dikarenakan PMI Kota Makassar telah terstandarisasi dan menjadi yang terbaik di Indonesia.

Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal MI menghadiri launching aplikasi darahkita.id versi 2.0, yang bertempat di Coffe Obia Eatery, Jl Tun Abdul Razak, Minggu (14/7/2019).
Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal MI menghadiri launching aplikasi darahkita.id versi 2.0, yang bertempat di Coffe Obia Eatery, Jl Tun Abdul Razak, Minggu (14/7/2019). (Dok PMI Kota Makassar)

"Proses standarisasi pengelolaan darah sebelum ditransfusi ke pasien menjadi sangat penting untuk memastikan kelayakan darah yang ditransfusi, dan biaya proses 1 kantong darah antara 415 ribu hingga 3 juta rupiah," ujarnya.

Hal ini pula yang mengharuskan keluarga pasien untuk membayar biaya pengganti pengelolaan darah sebesar Rp 335 ribu.

"Memastikan darah yang ditransfusi darah sehat dan bebas dari Hepatitis B, Hepatitis C, Spilis, HIV, Aids," ujar Deng Ical.

PMI Kota Makassar telah berkomitmen untuk berstandarisasi sesuai dengan standarisasi WHO. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Follow juga akun Instagram tribun-timur.com:

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved