Harga Naik Rp 10 Juta, Permintaan Rumah Subsidi di Makassar Meningkat

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp 10 juta.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan batas harga jual rumah subsidi yang telah ditetapkan tidak mempengaruhi permintaan dari masyarakat maupun pengembang perumahan.

Ia menyebut permintaan pembangunan rumah subsidi melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus bertambah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari penetapan harga jual rumah subsidi terdapat kenaikan kira-kira Rp 10 juta.

"Namun harga rumah bersubsidi naik terakhir 5 tahun lalu, sehingga ini penyesuaian. Kemarin BTN, REI dan Apersi saat datang ke kami justru meminta tambahan anggaran FLPP yang disediakan Kementerian Keuangan. Berarti permintaan untuk rumah subsidi bertambah, artinya positif, " katanya dalam siaran persnya.

Hal senada diutarakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, M Sadiq. Dia mengatakan, sejak harga naik, permintaan pasar naik.

"Permintaan rumah subsidi stabil, hingga Juni pembangunan di 10 ribuan, semester 2 kita pacu sampe 15 ribu supaya target 25 ribu rumah terpenuhi," kata Sadiq yang dihubungi, Minggu (14/7/2019).

Semester satu penjualan hanya 75 persen dari target.

"Soalnya harga baru telat terbit. Nah awal semester 2 ini terealisasi, kita akan push penjualan," katanya.

Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Sulsel, Yasser Latief pun demikian. Menurutnya, harga baru di semester 2 permintaan rumah subsidi tetap tinggi.

"Alhamdulillah, sampai saat ini permintaan rumah subsidi tetap tinggi. Kita harap atmosfer ini terus terjaga," katanya via telepon.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved