Tokoh Agama di Mamasa Minta Pemkab Tutup Tempat Hiburan Malam

Pasalnya, selain kerap terjadi keributan, juga dianggap merusak nilai budaya dan tatanan sosial masyarakat.

Tokoh Agama di Mamasa Minta Pemkab Tutup Tempat Hiburan Malam
semuel/tribunmamasa.com
Kafe Oranye berada diantara kantor bupati dan rumah ibadah di Salukodo, Desa Osango, Kecamatan Mamasa 

Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Toraja Mamasa (BPMS-GTM), Yusuf Arta juga menyoroti aktivitas THM di Mamasa.

Yusuf Arta menuturkan, aktivitas THM di Mamasa sangat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan.

Hal itu karena dianggap bahwa THM merusak generasi muda di Mamasa.

Dengan demikian ia berharap agar semua komponen masyarakat, baik gereja, tokoh adat dan pemerintah bersama-sama menghilangkan aktivitas tersebut.

Sebagai tokoh agama ia mengaku, pihaknya telah mengambil sikap, dan bagi instansi yang menangani THM ini agar sebisa mungkin menutup aktivitas tersebut.

"Dalam hal ini, pemerintah dan keamanan harus tegas, karena pasti saja banyak dampak sosialnya," terang Yusuf Arta.

"Semua agama tidak setuju dengan hal itu, sehingga diharapkan agar aktivitas ini tidak diperbolehkan di Mamasa," tambahnya.

Laporan wartawan @rexta_sammy

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved