Tokoh Agama di Mamasa Minta Pemkab Tutup Tempat Hiburan Malam

Pasalnya, selain kerap terjadi keributan, juga dianggap merusak nilai budaya dan tatanan sosial masyarakat.

Tokoh Agama di Mamasa Minta Pemkab Tutup Tempat Hiburan Malam
semuel/tribunmamasa.com
Kafe Oranye berada diantara kantor bupati dan rumah ibadah di Salukodo, Desa Osango, Kecamatan Mamasa 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi soroton semua pihak.

Pasalnya, selain kerap terjadi keributan, juga dianggap merusak nilai budaya dan tatanan sosial masyarakat.

Di Mamasa, bar atau rumah minum dikenal dengan sebutan Kefe.

Layaknya bar, kafe ini menjual minuman keras, parahnya lagi kafe menjadi tempat prostitusi.

Di Mamasa terdapat tujuh kafe yang menyediakan minuman keras dan wanita penghibur.

Yaitu Kafe Oranye, Bamba Lempan, Pelangi, Lestari, Blue Ice, Trie Jaya dan Estaf.

Bahkan ada beberapa warung remang-remang yang sudah lama beroperasi di sepanjang jalan poros Sumarorong-Mamasa.

Salah satunya di To'pinus, Desa Tamalantik, Kecamatan Tandukkalua.

Di tempat ini, meski warungnya kelihatan sederhana, hanya terbuat dari dinding kayu, namun di dalamnya tersedia minuman beralkohol, fasilitas karaoke dan pelayan-pelayan sexy.

Dari informasi yang dihimpun, hanya ada satu kafe yang memiliki izin, yakni Kafe Estaf.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved