Ngaku Salah, Dua Terpidana Korupsi MAN IC Gowa Dipenjara 1 Tahun

"Untuk kedua klien saya pak Zainul dan Alimuddin sudah terima putusan itu. Ia tidak mengajukan banding," kata Penasehat Hukum terdakwa, Buyung

Ngaku Salah, Dua Terpidana Korupsi MAN IC Gowa Dipenjara 1 Tahun
Polsek Bandara Sultan Hasanuddin
Salah satu tersangka pada korupsi MAN IC Gowa Ditangkap di Pintu Keberangkatan Bandara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dua terdakwa korupsi pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC), pasrah atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Alimuddin Anshar selaku direktur PT Syafitri Perdana Konsultan, dan Andi Muh Zainul Yasin selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), mengaku siap menjalani putusan yang dijatuhkan hakim selama 1 tahun penjara.

"Untuk kedua klien saya pak Zainul dan Alimuddin sudah terima putusan itu. Ia tidak mengajukan banding," kata Penasehat Hukum terdakwa, Buyung kepada Tribun, Jumat (12/07/2019).

Alumnus Kedokteran Unhas Ini Menunggu 10 Tahun untuk Berhaji

Farhat Abbas Akan Laporkan Hotman Paris Terkait Ujaran Kebencian Atas Rey Utami dan Pablo Benua

Kunjungi Naval Museum,130 Siswa Kids Star School Belajar Sejarah Berdirinya TNI AL

Menurut Buyung alasanya tidak mengajukan banding karena menggangap putusan itu sudah sesuai.

Apalagi terdakwa juga mengakui perbuatanya yang ditandai dengan pengembalian uang kerugian negara.

"Kalau untuk terdakwa Hendri saya tidak tau apakah dia banding atau terima putusan itu," ujarnya.

Terdakwa terseret atas pekerjaan pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB), Asrama Putra dan Asrama Putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC), pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Prov Sulsel Tahun Anggaran 2015 .

Alumnus Kedokteran Unhas Ini Menunggu 10 Tahun untuk Berhaji

Farhat Abbas Akan Laporkan Hotman Paris Terkait Ujaran Kebencian Atas Rey Utami dan Pablo Benua

Kunjungi Naval Museum,130 Siswa Kids Star School Belajar Sejarah Berdirinya TNI AL

Dimana proyek itu dibangun di Desa Belapunranga Kec Parangloe Kab Gowa, berdasarkan Surat Perjanjian / Kontrak Nomor : 025.04.2.419366/IC/018/2015 Tanggal 13 Oktober 2015, bersama-sama dengan saksi Andi Muhammad.

Terdakwa dianggap bersama – sama telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara Kanwil Kementerian Agama Sulsel.

Total kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) senilai Rp 7.257.363.637. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved