Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Menteri, Apa Sandiaga, AHY, Tsamara & Putra Surya Paloh Masuk?

Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Menteri, Apakah Sandiaga, AHY, Tsamara & Putra Surya Paloh Masuk?

Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Menteri, Apa Sandiaga, AHY, Tsamara & Putra Surya Paloh Masuk?
Instagram Presiden Jokowi @jokowi
Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi 

"Karena dia akan bingung sebenarnya dia mau bikin apa. Perundang-Undangan nggak hapal," tambahnya.

Oleh sebab itulah, Megawati menegaskan kalau ada anak muda yang ingin jadi menteri seperti wacana yang saat ini beredar, sebaiknya menyiapkan dirinya dengan baik.

Diperebutkan

Partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf diperkirakan bakal mengincar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, kementerian tersebut sebelumnya hanya diincar beberapa partai politik, salah satunya PKB yang basis massanya banyak berada di desa-desa.

"Tapi mulai ke sini, yang basah tidak hanya terkait menteri ekonomi tapi kementerian yang terkait langsung dengan hajat publik, seperti Kementerian Desa," tutur Ray di Jakarta, Rabu (11/7/2019).

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat diskusi 'Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi Dari Dalam' di Kopi Bang Pred, Gedung Graha Pena 98, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019). TRIBUNNEWS.COM/FRANSISKUS ADHIYUDADirektur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti saat diskusi 'Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi Dari Dalam' di Kopi Bang Pred, Gedung Graha Pena 98, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019). TRIBUNNEWS.COM/FRANSISKUS ADHIYUDA (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Dengan alasan tersebut, kata Ray, semua partai termasuk PDIP yang merupakan partainya Presiden terpilih, turut mengincar kementerian tersebut.

"PDIP mulai ngelirik sekarang karena selepas 2024, mereka tidak punya figur, sehingga Kemendes ini saat membagikan dana desa yang mencapai miliaran akan diingat masyarakat," tuturnya.

Khusus untuk PDIP, kata Ray, selain Kemendes, beberapa kementerian yang berhubungan langsung dengan Presiden juga akan diincarnya.

"Misalnya Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, dan lainnya," ucapnya.

Diketahui, dalam lima tahun ini pemerintah sudah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 257 triliun dan sebagian besar dipakai untuk pembangunan infrastruktur, lima tahun ke depan akan dinaikan menjadi Rp 400 triliun.

Belum Ada Putra Sulsel Masuk Bursa

Beredar daftar nama calon menteri di kabinet Jokowi - Maruf Amin, belum ada putra Sulsel dan termasuk Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Berita terkini kabar susunan kabinet Jokowi - Maruf Amin tengah hangat dibicarakan.

Hingga awal Juli 2019 setelah ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sejumlah tokoh nasional dikaitkan dengan susunan kabinet yang akan mendampingi pemerintahan Jokowi - Maruf Amin untuk Indonesia dalam periode 2019-2024.

Nama-nama yang dikaitkan dalam susunan kabinet Jokowi - Maruf Amin mulai dari kader Partai Demokrat, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

Belum ada nama tokoh dari Sulawesi Selatan atau Sulsel, termasuk Syahrul Yasin Limpo yang selalu diwacanakan mengincar kursi menteri sejak masih menjabat Gubernur Sulsel.

Apa mau Jokowi?

Diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo mengaku tidak akan membedakan latar belakang profesional atau partai politik dalam menyusun kabinet pemerintahnya periode tahun 2019-2024.

Sebab, banyak juga kader partai politik yang merupakan profesional di bidangnya.

"Kabinet diisi oleh orang ahli di bidangnya. Jangan sampai dibeda-bedakan ini dari profesional dan ini dari (partai) politik. Jangan seperti itulah, karena banyak juga politisi yang profesional," kata Jokowi dalam wawancara khusus dengan harian Kompas, Senin (1/7/2019).

Sikap Jokowi berbeda dengan saat pertama kali ia terpilih menjadi Presiden RI pada 2014.

Saat itu, Jokowi membagi dua menterinya menjadi dua kategori, yakni 16 dari partai politik dan 18 dari profesional.

Namun, kini menurut Jokowi tak penting lagi apakah menteri itu berasal dari kalangan profesional atau partai politik.

"Yang penting setiap kementerian diisi oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Mengerti masalah-masalah yang ada di dalamnya sehingga gampang mengeksekusi program, gampang menyelesaikan masalah-masalah yang ada," kata Jokowi.

Menurut dia, saat ini pembahasan mengenai kabinet ke depan masih dibahas dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019.

Namun, Jokowi juga tak menutup pembicaraan dengan parpol oposisi yang hendak bergabung.

"Sudah sering saya sampaikan, kami terbuka untuk siapa pun yang ingin bersama-sama, yang ingin bekerja sama memajukan negara ini, membangun negara ini, secara terbuka," kata politisi PDI-P ini.

Moeldoko: Hanya Isu

Dikonfirmasi, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menanggapi santai.

"Ya namanya isu kan, enggak usah terlalu ditanggapi," ujar Moeldoko sembari tertawan di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Moeldoko yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua TKN Jokowi - Maruf Amin menilai susunan kabinet yang beredar di dunia maya, selalu berubah-ubah dan tidak perlu dipikirkan.

"Hampir setiap minggu berubah, tanya yang buatlah," ucap mantan Panglima TNI itu.

Menurutnya, dalam penentuan jajaran menteri pada pemerintahan ke depan, merupakan hak prerogatif Presiden dan bukan urusan lainnya.

"Itu haknya presiden, hak prerogatif presiden," kata Moeldoko.

Kabinet Kerja

Inilah wajah Kabinet Kerja pada saat ini.

Menteri:

* Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (Partai Hanura)

* Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (nonpartai)

* Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Panjaitan (Partai Golkar)

* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (PDIP)

* Menteri Sekretaris Negara Pratikno (nonpartai) 

*Menteri Dalam Negeri Kabinet Kerja Tjahjo Kumolo (PDIP)

* Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi (nonpartai)

* Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (nonpartai)

* Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly (PDIP)

* Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (nonpartai)

* Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (nonpartai)

* Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Partai Golkar)

* Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Partai Nasdem)

* Menteri Pertanian Amran Sulaiman (nonpartai)

* Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (Partai Nasdem)

* Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (nonpartai)

* Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti (nonpartai)

* Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (PKB)

* Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo (PKB)

* Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (nonpartai)

* Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek (nonpartai)

* Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (nonpartai)

* Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir (nonpartai)

* Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (Partai Golkar)

* Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (PPP)

* Menteri Pariwisata Arif Yahya (nonpartai)

* Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (nonpartai)

* Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (PDIP)

* Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise (nonpartai)

* Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin (nonpartai)

* Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro (nonpartai)

* Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil (nonpartai)

* Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno (nonpartai)

* Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (PKB).(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Ngaku Sudah Kantongi Nama-nama Calon Menteri

Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved