CKD OTTO Pharma Resmikan Pabrik & Obat Onkologi Berlabel Halal Pertama di Indonesia

Guna memberikan pelayanan yang optimal, Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp (CKD Pharma) membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang, Jaw

CKD OTTO Pharma Resmikan Pabrik & Obat Onkologi Berlabel Halal Pertama di Indonesia
Handover
Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM (K) saat menandatangani prasasti peresmian fasilitas produksi sediaan onkologi CKD OTTO Pharma di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa, 9 Juli 2019. Didampingi oleh Presiden Direktur CKD OTTO Pharma Baik In Hyun (kiri), Chairman Korea Pharmaceutical and Bio-Pharma Manufacturers Association (KPBMA) Hee Mok Won (kedua kiri), Chairman Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp. (CKD Pharma) Jang Han Rhee (ketiga kiri), Chairman Mensa Group, Jimmy Sudharta (kedua kanan) dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Chang Beom Kim (kanan). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Guna memberikan pelayanan yang optimal, Chong Kun Dang Pharmaceutical Corp (CKD Pharma) membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang, Jawa Barat dan diresmikan, Rabu (9/7/2019).

Fasilitas terbaru itu diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM (K)

Dalam rilis yang diterima Tribun Timur, Jumat (12/7/2019) peresmian tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Chang Beom Kim, Kepala Badan POM, Dr Ir Penny K.

Lukito, MCP, Chairman CKD Pharma, Jang Han Rhee, CEO Mensa Group, Jimmy Sudharta serta jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan direksi PT CKD OTTO Pharma.

Fasilitas baru ini telah memenuhi pedoman EU-GMP (standarisasi eropa) dan memiliki kapasitas produksi tahunan 1,6 juta vial, terdiri dua lantai seluas 12.588㎡ dengan total investasi sebesar USD30 juta.

Fasilitas ini menggunakan sistem produksi dan manajemen dari Chong Kun Dang termasuk untuk obat anti-kanker utama yang diproduksi oleh Chong Kun Dang seperti Oxaliplatin, Gemcitabine, dan Docetaxel juga akan diproduksi dan didistribusikan secara lokal.

"CKD OTTO Pharma menargetkan untuk menguasai 30% pangsa pasar obat anti kanker di Indonesia dalam lima tahun ke depan dan menjadikan fasilitas di Indonesia sebagai basis produksi untuk target pasar di Timur Tengah & Afrika Utara (MENA) serta Eropa termasuk sepuluh negara ASEAN," terang Baik In Hyun.

Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa.

Pangsa pasar farmasi Indonesia mencapai sekitar 7,9 triliun Won (USD 7,2 miliar) pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai sekitar 13 triliun Won (USD 11,9) pada tahun 2023.

Sebelumnya, tahun 2016 CKD OTTO Pharma membangun fasilitas produksi sediaan onkologi di Cikarang.

CKD OTTO Pharma fokus kepada produk obat onkologi berupa injeksi dalam bentuk cair dan bubuk.

CKD OTTO Pharma telah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada September 2018.

Di tahun yang sama, CKD OTTO Pharma memperoleh sertifikat manufaktur untuk obat-obatan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Terlebih lagi, pada Februari 2019, CKD OTTO Pharma telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadikan kami perusahaan farmasi pertama untuk produk onkologi dengan sertifikasi halal di Indonesia,” jelas Baik In Hyun, Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma. (*)

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved