Caketum BPP HIPMI Ungkap Ada Energi untuk Masa Depan Indonesia di Palu

Jika perusahaan asing dipaksa bekerja sama dengan perusahaan daerah, dia yakin semuanya akan sejahtera khususnya masyarakat Sulteng.

Caketum BPP HIPMI Ungkap Ada Energi untuk Masa Depan Indonesia di Palu
Abdul Humul Faaiz/ Tribun Palu
Caketum BPP HIPMI Periode 2019-2023 Mardani H Maming (tengah) memberikan keterangan pers di Hotel Santika Palu, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) periode 2019-2023 Mardani Maming mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia sangat menjanjikan beberapa tahun kedepan khususnya di Sulawesi Tengah.

Untuk itu, pengusaha lokal diharapkan bisa menjadi tuan rumah di daerahnya.

Jarang Terekspos, Inilah Sosok Ibu Gading Marten, Istri Roy Marten, Cek Foto-fotonya di Sini

Deretan Nama 13 Jenderal Polisi Lolos Administrasi Calon Pimpinan KPK, Tak Ada Wakil dari TNI

"Energi masa depan adalah anergi listrik yang bahan bakunya nikel. Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah sangat berkesempatan, dengan catatan harus dijaga secara serius," ujarnya usai menghadiri Silaturahmi Daerah (Silatda) di Hotel Santika Palu, Kamis (11/7/2019) malam

Namun kata dia, untuk mewujudkan hal itu pemerintah dan pengusaha daerah harus bersinergi.

"Harus ada kerja sama yang baik di antara keduanya," ujar mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Itu.

Jika perusahaan asing dipaksa bekerja sama dengan perusahaan daerah, dia yakin semuanya akan sejahtera khususnya masyarakat Sulteng.

Ketua Umum Apkasi itu mengatakan, saat ini mobil listrik sudah masuk ke Indonesia, yaitu Tesla pabrikan asal Amerika Setikat (AS).

Cina pun juga sudah mulai memproduksi mobil ramah lingkungan itu. Hanya saja harga mobil tersebut masih sangat mahal.

Caketum BPP HIPMI Periode 2019-2023 Mardani H Maming (tengah) memberikan keterangan pers di Hotel Santika Palu, Kamis (11/7/2019).
Caketum BPP HIPMI Periode 2019-2023 Mardani H Maming (tengah) memberikan keterangan pers di Hotel Santika Palu, Kamis (11/7/2019). (Abdul Humul Faaiz/ Tribun Palu)

"Tapi jika melihat aturan Cina tahun 2035 tidak boleh lagi ada kendaraan yang menggunakan bensin dan solar di negara itu," terangnya.

Sehingga, prospek untuk kedepan sangat baik karena Sulawesi Tengah memiliki bahan baku yang cukup banyak.

Selain itu, nikel adalah energi masa depan, mengalahkan batu bara.

"Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan oleh pemuda-pemuda di Sulawesi Tengah," pungkasnya.(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved