Tak Miliki Izin dan Resahkan Warga, 10 Tambang Ditutup di Barru

Temuan tambang ilegal tersebut adalah bentuk pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Barru.

Tak Miliki Izin dan Resahkan Warga, 10 Tambang Ditutup di Barru
dok tribun
Ilustrasi 

TRIBUNBARRU.COM - Dinas Lingkungan Hidup Barru menemukan 10 titik tambang galian C tidak berizin.

Tambang-tambang ilegal itu tersebar di beberapa kecamatan.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barru Titus Marasin menyebutkan, temuan itu berdasarkan laporan warga dan hasil peninjauan.

"Kurang lebih 10 yang kita temukan ilegal. Di antaranya ada di Lampoko, Balusu, Palanro dan termasuk di Kecamatan Barru ini," kata Titus kepada Tribun, Kamis (10/7/2019).

Baca: 11 Ketua RT di Desa Manuba Barru Dapat Randis Baru

Baca: Izin Operasi Tambang di Wajo Terbit, DPRD Sulsel Sebut Pemprov Abaikan Hasil RDP

Menurut mantan Kepala Puskesmas Padongko itu, temuan tambang ilegal tersebut adalah bentuk pengawasan Dinas Lingkungan Hidup Barru.

"Jadi semua tambang ilegal yang diketahui tak berizin itu kita sudah tegur," ujar Titus.

Teguran yang diberikan terhadap tambang ilegal itu berupa penghentian operasional hingga dapat menunjukkan izin pertambangan.

"Jika masih beroperasi akan kita laporkan ke polisi," ucap Titus.

Dia menambahkan, keberadaan tambang tak berizin itu menjadi sorotan warga setempat.

Baca: DLHD dan Dinas PUPR Wajo Mengaku Heran Izin Tambang C di Pallae Keluar

Baca: Polisi Mulai Dalami Caleg Barru Terpilih yang Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Selain karena polusi udara, kebisingan dari mesin pertambangan, juga berdampak erosi.

Dia meminta pada pemerintah desa untuk melaporkan tambang yang berdampak merugikan terhadap warga setempat.

“Tambang berizin pasti tahu aturan. Kalau sudah berdampak merugikan warga setempat, patut dicurigai perizinannya,” tutur Titus.(tribunbarru.com)

Penulis: Akbar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved