Pekan Depan, JPU Limpahkan Berkas Pengeroyokan Driver Ojol

"Surat dakwaan sudah selesai, kami tinggal limpahkan ke Pengadilan. Kemungkinan minggu ini," kata JPU Muhit kepada Tribun, Kamis (11/07/2019).

Pekan Depan, JPU Limpahkan Berkas Pengeroyokan Driver Ojol
hasan/tribun-timur.com
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejari Pelabuhan Makassar, Muhit 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar menilai surat dakwaan empat tersangka dugaan pengeroyokan Driver Ojek Onlinen (Ojol), telah selesai.

Kemungkinan, pelimpahan berkas dan tersangka baru diserahkan ke Pengadilan Negeri Makassar, pekan depan untuk disidangkan.

"Surat dakwaan sudah selesai, kami tinggal limpahkan ke Pengadilan. Kemungkinan minggu ini," kata JPU Muhit kepada Tribun, Kamis (11/07/2019).

Orangtua Siswa di Makassar Rata-rata Keluarkan Biaya Masuk Sekolah Rp 2 Juta Per Anak

Makassar Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional Tahun Ini

Selain surat dakwaan, Muhit juga mengaku telah menunjuk dua orang JPU yang bakal menangani selama proses persidangan berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, insiden pengeroyokan ini terjadi sekitar Mal Panakukang dan Panakkukang Square, Panakukkang, Makassar, Senin (13/5/2019) petang.

Kejadian bermula saat beberapa juru parkir mendatangi para driver ojol yang nongkrong dan menunggu penumpang di lokasi parkiran Mal Panakukkang.

Disaat itulah, jeributan tak terhindarkan, bahkan dua kelompok ini berkejaran sampai masuk ke dalam mal hingga buat penggunjung panik dan berhamburan ke luar mal.

Orangtua Siswa di Makassar Rata-rata Keluarkan Biaya Masuk Sekolah Rp 2 Juta Per Anak

Makassar Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional Tahun Ini

Imbas dari kejadian ini, ratusan driver ojol melakukan penyisiran di sekitar MP.

Mulai dari terowongan MP, Jl Pandang Raya, sampai ke Pasar Segar (PS) Pengayoman untuk mencari jukir pelaku pengeroyokan.

Driver ojol membawa balok, bambu, besi hingga menggenggam batu saat mencari para juru parkir.

Muhit menyampaikan untuk empat tersangka tersebut saat ini mendekam di  Rumah Tahanan Gunung Sari Makassar.

"Baru satu kali perpanjangan penahanan," tuturnya. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved