Bos PSM Usul LIB Jalin Kerjasama dengan Maskapai Penerbangan, Ini Alasannya

kedua pemangku kebijakan sepak bola di Indonesia tersebut bisa melaksanakan kerja sama dengan maskapai penerbangan.

Bos PSM Usul LIB Jalin Kerjasama dengan Maskapai Penerbangan, Ini Alasannya
Wahyu/Tribun Timur
CEO PT PSM, Munafri Arifuddin saat ditemui di Stadion Mattoanging, Makassar, Sabtu 19 Mei 2019. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Maskapai penerbangan berbiaya murah atau Low Cost Cartier (LCC) yang resmi memberlakukan tarif 50 persen lebih murah dari Tarif Batas Atas (TBA), adalah Citylink dan Lion Air. Kedua maskapai ini resmi menrunkan tarifnya sejak Kamis (11/7/2019).

Hanya saja, harga tiket tak berlaku untuk setiap waktu, melainkan di hari-hari tertentu yakni Selasa, Kamis dan Sabtu, mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB atau pada pukul 11:00 WITA dan 15:00 WITA.

Meski tarif sudah turun, namun belum berdampak positif bagi tim-tim sepakbola yang berkompetisi di ajang Liga 1 2019. Saat ada yang wajib menjalani laga tandang, apalagi keluar pulau, tentu transportasi penerbangan sangat dibutuhkan.

Hal ini disadari CEO PT PSM, Munafri Arifuddin. Appi - belum bisa berbicara banyak terkait turunnya harga tiket tersebut.
Tim baru saja away ke Madura dan kini akan menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-7 Liga 1 di Stadion Mattoanging, Makassar.

"Karena ada (harga tiket) yang turun. (Tapi) hanya beberapa (maskapai) yang murah dan kadang-kadang jadwalnya sudah tidak ada. Coba, dari Surabaya ke Makassar saja susah," terang Munafri Arifuddin, Kamis (11/7/2019).

Memang, dari rute yang diterapkan kedua maskapai tersebut sangat jarang ditemui jadwal penerbangan Makassar Surabaya. Selain itu, tujuan Makassar, Jakarta, pun sangat kurang.

Yang ada hanya tujuan Makassar-Balikpapan dan sebaliknya. Kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju Makassar.

"Kalau harga tiket turun sangat baik. Akan sangat baik karena akan berdampak baik terhadap keuangan tim. Tapi lagi-lagi, turunnya kemana," ia menambahkan.
Pria yang akrab disapa Appi ini menambahkan, PSSI dan PT LIB sebenarnya harus turun tangan terkait masalah ini. Paling tidak, kata dia, kedua pemangku kebijakan sepak bola di Indonesia tersebut bisa melaksanakan kerjasama dengan maskapai penerbangan.

Sebab jika hanya satu klub saja yang datang ke maskapai tersebut, kemungkinan akan susah terjalin kesepakatan. Tapi kalau datang dengan pengurus tim dengan PT LIB dan PSSI, jalan keluar bisa diperoleh.

"Jadi misalnya kalau kerjasama, kalau tim sepak bola yang mau away ke Jakarta mislanya, mungkin dapat special price (harga spesial). Mungkin juga bukan soal harga, tapi kepastian mendapatkan tiket dengan harga yang dipatok," pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ilham Mulyawan Indra
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved