Berhasil Gasak 100 Helm di Maros, Begini Pengakuan Syahril di Polsek Turikale

Kepolisian Sektor (Polsek) Turikale membekuk spesialis pencuri helm yang kerap beraksi di Kabupaten Maros.

Berhasil Gasak 100 Helm di Maros, Begini Pengakuan Syahril di Polsek Turikale
amiruddin/tribuntimur.com
Komplotan pencuri helm yang diringkus Polsek Turikale Maros, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Kepolisian Sektor (Polsek) Turikale membekuk spesialis pencuri helm yang kerap beraksi di Kabupaten Maros.

Sindikat itu terdiri dari tiga orang yaitu Syahril (38), Taufik (33) dan Zakariah (32).

Dalam kasus itu Syahril adalah pelaku utama, sementara dua lainnya penadah.

Taufik merupakan warga Polewali, Sulawesi Barat (Sulbar), sedangkan Zakariah merupakan warga Maros.

"Kami kerap terima laporan dari pengunjung Pasar Tramo Maros yang kehilangan helm. Kami kemudian menyidik kasus itu, termasuk memeriksa rekaman CCTV pasar," kata Kapolsek Turikale, Kompol Agussalim, saat merilis kasus tersebut di Mapolsek Turikale, Jl Topas, Maros, Kamis (11/7) sore.

Baca: Tak Miliki Izin dan Resahkan Warga, 10 Tambang Ditutup di Maros

Baca: Syahril CS, Pencuri yang Kerap Beroperasi di Maros Kota Dibekuk Polisi

Dari rekaman CCTV itu, terduga pelaku diketahui mengendarai sepeda motor jenis matic warna biru berpelat DD 4414 TM.

"Berdasarkan petunjuk rekaman CCTV itu, kami berhasil meringkus Syahril di Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Senin, 8 Juli lalu," ujar Kompol Agussalim.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 20 helm dan mendapat informasi soal keberadaan penadah.

“Mereka mengakui perbuatannya. Ada 100 lebih helm berbagai merek yang dicuri dari berbagai tempat di Maros," ucap Kompol Agussalim.

Agussalim menambahkan, helm hasil curian dijual pelaku dengan harga bervariatif, mulai Rp 120 ribu sampai Rp 180 ribu.

Helm dijual bukan hanya di Maros, tetapi juga di Sulbar.

Baca: Petambak Maros Diberi Bantuan Benih Ikan dari Kementerian Kelautan

Baca: Hibahkan Gedung Lantai 2 ke Polres Maros, Hatta Rahman Dapat Penghargaan Kapolda

Pelaku syahril mengaku kerap beraksi di Pasar Tramo, kantor bupati, pusat perbelanjaan dan sejumlah lokasi keramaian, termasuk di Mapolres Maros, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Turikale.

"Saya langsung ambil saja helmnya pak. Utamanya helm yang digantung di kaca spion," kata Syahril.

Syahril mengaku, mulai menjalankan aksinya sebelum Ramadan belum lama ini. Saat ini ketiganya mendekap di tahanan Mapolres Maros.(tribunmaros.com)

Penulis: Amiruddin
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved