Hak Angket, Intensitas Pertemuan Lutfie Natsir dan Nurdin Abdullah Dipertanyakan
Sidang berlangsung di Lantai 8 Gedung Tower DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (10/7/2019) siang.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertemuan mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Lutfie Natsir dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dipertayakan saat sidang panitia hak angket.
Sidang berlangsung di Lantai 8 Gedung Tower DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (10/7/2019) siang.
Pertanyaan itu dilontarkan wakil ketua pimpinan sidang, Arum Spink didampingi Kadir Halid sebagai ketua sidang dan Selle KS Dalle sebagai wakil ketua.
Menurut, Arum Spink, intesitas pertemuan dalam hal kordinasi pimpinan dan bawahan itu perlu diperjelas.
Pasalnya, ia (Arum Spink) menduga, pencopotan Lutfie Natsir dari kursi kepala Inspektorat Sulsel ada kaitannya dengan intensitas kordinasi yang dilakukan terhadap Nurdin Abdullah selaku atasannya.
Bidik Berkah dari Jemaah Haji 2019, Indosat Ooredoo Tawarkan Paket Mulai Rp 275 Ribu
TRIBUNWIKI: Ombilin Sawahlunto Jadi Situs Warisan Dunia, Ini Profil, Lokasi, dan Sejarahnya
"Selama sembilan bukan menjabat, berapa kali pak Lutfie injak rumah jabatan gubernur?," tanya Arum Spink.
Lutfie pun menjawab, baru dua kali menginjakkan kaki di rumah jabatan Gubernur Sulsel selama Nurdin Abdullah menjabat.
"Dulu waktu habis lebaran, halal-bihalal," jawab Lutfie.
Selebihnya, kata Lutfie sapaan Lutfie Natsir, pernah melakukan pertemuan tertutup.
"Ke ruangannya pak gubernur barang kali?," lanjut Arum Spink menimpali jawaban Lutfie.
"Tidak pernah pak. Tapi kalau ke ruangannya TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan)," ungkap Lutfie.
Menurut Lutfie, setiap kali hendak menghadap ke Nurdin Halid untuk bertemu lansung, dirinya hanya diarahkan bertemu dengan TGUPP.
Malah kata Lutfie, dirinya pernah meminta waktu Nurdin Abdullah untuk ketemu. Namun, tidak berhasil dan hanya bertemu dengan TGUPP.
Mendengar jawaban Lutfie, Pipink sapaan Arum Spink pun meminta agar hal itu dicatat sebagai poin penting.
Pasalnya, Pipink menduga penyebab pencopotan Lutfie dari kursi Kepala Inspektorat lantaran jarang mendampingi 'menyetor muka' saat Nurdin Abdullah kerja pemerintahan ataupun kunjungan.
Bidik Berkah dari Jemaah Haji 2019, Indosat Ooredoo Tawarkan Paket Mulai Rp 275 Ribu
TRIBUNWIKI: Ombilin Sawahlunto Jadi Situs Warisan Dunia, Ini Profil, Lokasi, dan Sejarahnya
"Kenapa saya memulai dengan kata koordinasi, karena jangan sampai bukan soal penghilangan LHP atau apa. Tapi ini orang sudah dua OPD sudah ada tapi ini inspektorat sombong sekali," ujar Pipink mengumpamakan.
Indikasi intensitas pertemuan atau 'setor muka' menjadi alasan pencopotan Lutfie, menurut Pipink bukan tampa alasan.
Sebab, di priode pemerintahan gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, nyaris semua OPD pernah mendampingi SYL di setiap aktifitas kerjanya.
"Bayangan saya selama ini, kalau pak Syahrul itu ada kan dimana OPD itu semua ada. Jadi saya minta itu dicatat, kapan bapak (Lutfie) mau ketemu lalu kemudian berhasil ketemu," terang Pipink.
Namun, Lutfie kembali menegaskan setiap kali ingin bertemu lansung dengan NA di ruang kerjanya, ia hanya bertemu dengan TGUPP.
Sepengetahuan Lutfi Natsir, dirinya dicopot lantaran dianggap oleh Nurdin Abdullah, lantaran dianggap memberikan informasi bohong dan membocorkan strategi pemerintahan.
Selain itu, lanjut Lutfie dirinya juga dianggap menghilangkan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK.
Lutfie Natrsir menjabat sebagai Kepala Inspektorat Sulsel mulai Desember 2017 hingga 10 Juni 2019. Atau satu tahun enam bulan.
Ia kala itu dilantik oleh Gubernur Sulsel sebelumnya Syahrul Yasin Limpo dan dicopot Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.(tribun-timur.com).
Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: