Hadapi Masalah Sampah, Pemkab Toraja Utara Belajar dari Pemkot Bogor

Pelatihan dilaksanakan yaitu pemilahan sampah organik dan non organik dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup.

Hadapi Masalah Sampah, Pemkab Toraja Utara Belajar dari Pemkot Bogor
Anugrah Y Rundupadang Area lampiran
Narasumber pelatihan pemilahan sampah organik dan non organik, Elia Buntang saat membawakan materi di Ruang Pola Kantor Bupati lantai II Senin (08/7/2019) siang. 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup mengelar pelatihan di Ruang Pola Kantor Bupati lantai 2, Jalan Sam Ratulangi No 1 Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Senin (08/7/2019) siang.

Pelatihan dilaksanakan yaitu pemilahan sampah organik dan non organik dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Bogor, Elia Buntang.

Kabar Gembira Ahok & Puput Segera Punya Bayi Kelaminnya Diungkap Pria Ini 3 Anak Veronica Punya Adik

Uang Panaik Hanya Mampu Rp 10 Juta, Lamaran Pria Jeneponto Ini Ditolak, Si Wanita Pilih Bunuh Diri

Kegiatan dibuka Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan dihadiri para Camat, Kepala Lembang dan Lurah, Kepala Lingkungan/Dusun dari wilayah Kecamatan Rantepao, Tallunglipu, Tikala, Kesu dan Sopai.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat penghargaan Adipura kategori Kinerja Pengurangan Sampah pada Januari 2019 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal itu terbukti atas konsistensi dan keseriusan Pemkot Bogor dalam penanganan masalah persampahan melalui pengelolaan terpadu dari hulu ke hilir dan telah mampu mengurangi volume sampah mencapai 600 ton kubik perhari.

Permasalahan sampah saat ini dialami Pemkab Toraja Utara, sehingga mendapat pembelajaran dari Pemkot Bogor khususnya metode pengelolaan sampah berbasis masyarakat menangani polemik penanganan dan pengelolaan sampah.

Elia Buntang mengatakan, antara pemerintah dan masyarakat harus duduk bersama menyamakan persepsi bahwa masalah sampah adalah masalah bersama, dan membutuhkan keterlibatan kolektif kedua pihak dalam menanganinya.

"Jadi bukan hanya jadi urusan pemerintah saja," ucap Elia, dalam rilis Kominfo SP Toraja Utara, Selasa (09/7/2019).

Lanjutnya, infrastruktur pengolahan sampah TPS dan TPA memiliki kemampuan atau kapasitas terbatas menampung sampah.

"Persepsi yang mengatakan TPA menjadi solusi akan membereskan inti persoalan sampah perlu diubah, dibutuhkan metode alternatif pendukung agar sampah terkelola dengan baik yang akan memperpanjang masa pakai TPA dan juga memberikan manfaat," tambahnya.

Narasumber pelatihan pemilahan sampah organik dan non organik, Elia Buntang saat membawakan materi di Ruang Pola Kantor Bupati lantai II Senin (08/7/2019) siang.
Narasumber pelatihan pemilahan sampah organik dan non organik, Elia Buntang saat membawakan materi di Ruang Pola Kantor Bupati lantai II Senin (08/7/2019) siang. (Anugrah Y Rundupadang Area lampiran)
Halaman
12
Penulis: Risnawati M
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved